Breaking News:

Banjir di Bekasi

Terseret Arus Selokan Air Dekat Stadion, Bocah SD di Bekasi Meninggal Dunia

Seorang bocah SD bernama Muhammad Jamil (9), meninggal setelah terseret arus selokan di Jalan Guntur belakang Stadion Patriot Bekasi

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI- Seorang bocah SD bernama Muhammad Jamil (9), meninggal dunia usai terseret arus selokan di Jalan Guntur belakang Stadion Patriot Bekasi, Selasa, (25/2/2020) kemarin.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 16.00 WIB saat arus air deras di dalam selokan sedang meningkat akibat banjir.

"Kejadian kemarin, di lokasi memang sedang banjir dan arus selokan belakang stadion cukup deras," kata Wijonarko saat dikonfirmasi, Rabu, (16/2/2020).

Bocah yang diketahui masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar ini awalnya sedang bermain bersama seorang temannya bernama Julian.

"Korban terbawa arus sedangkan Julian berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan ke dinding selokan," jelasnya.

Kejadian itu kemudian diketahui warga sekitar, jasad Jamil ditemukan dekat selokan depan SMA 2 Kota Bekasi. Oleh warga, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Warga setempat langsung mengevakuasi dan membawa korban ke RS Mitra Keluar dekat lokasi kejadian," ujarnya.

Namun karena kehabisan nafas saat terseret arus, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Prediksi Cuaca BMKG di 33 Kota Indonesia, Rabu 26 Februari 2020: Bagaimana Cuaca di Jakarta?

Usai Dirusak Warga, Aeon Mall JGC Dijaga Aparat Gabungan

Berusaha Kuatkan Diri saat Anang Hermansyah Berkunjung, Bunga Citra Lestari: Aku Harus Bangkit Lagi

Jasad korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan di daerah Subang, Jawa Barat kampung halaman orangtuanya.

"Korban langsung di bawa oleh keluarga ke Subang, orangtuanya menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban karena sudah takdir dan ibu korban membuat surat pernyatan menolak untuk dilakukan otopsi," jelasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved