Warga Pecah Kaca Rumah Pompa Bulak Cabe

Usai Pecahkan Kaca Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini yang Disampaikan Warga ke Lurah Cilincing

Warga yang tinggal di belakang Rumah Pompa Bulak Cabe, Cilincing, Jakarta Utara sempat mengamuk dan memecahkan kaca rumah pompa.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kondisi jendela Rumah Pompa Bulak Cabe, Cilincing, Jakarta Utara, yang kacanya pecah usai digeruduk warga pada Selasa (25/2/2020) malam. Foto diambil pada Rabu (26/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Warga yang tinggal di belakang Rumah Pompa Bulak Cabe, Cilincing, Jakarta Utara sempat mengamuk dan memecahkan kaca rumah pompa tersebut pada Selasa (25/2/2020) malam.

Setelah insiden tersebut, pemerintah setempat termasuk Lurah Cilincing, Sugiman, mendatangi warga untuk beraudiensi.

Sugiman menuturkan, isi protes warga hingga memecahkan rumah pompa tersebut yakni terkait pengoperasian rumah pompa.

"Jadi kemarin memang ada semacam demo dari warga. Mereka merasa kecewa terhadap proses pengoperasian rumah pompa," kata Sugiman saat ditemui di lokasi, Raby (26/2/2020).

Menurut Sugiman, warga geram lantaran sejak akhir tahun, tepatnya setelah rumah pompa selesai dibangun pada Desember 2019, rumah warga kerap kali kebanjiran.

Warga menilai keberadaan rumah pompa menyebabkan saluran air pembuangan warga ke Kali Cakung Drain sudah tak maksimal sehingga banjir merendam permukiman.

"Warga menyampaikan bahwa sejak awal tahun sudah lima kali kebanjiran," ucap Sugiman.

Sebelumnya, sekitar pukul 19.00 WIB kemarin malam, warga beramai-ramai menggeruduk Rumah Pompa Bulak Cabe lantaran kesal rumah mereka kebanjiran selama tiga hari berturut-turut.

Warga menganggap keberadaan rumah pompa ini menjadi penyebab banjir tersebut.

"Iya warga pada demo, sempat rusuh juga ada yang mecahin kaca juga. Terus ada bapak-bapak sampai bawa linggis, enggak tau buat apa, karena emosi kali," kata seorang wanita pemilik warung di dekat lokasi yang menolak menyebutkan namanya, ketika ditemui wartawan, Rabu (26/2/2020) siang.

Wanita tersebut mengatakan, semalam warga yang berjumlah sekira puluhan orang menggeruduk rumah pompa sambil melemparkan batu.

Warga juga berteriak melampiaskan emosi mereka ketika menggeruduk rumah pompa tersebut.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved