Breaking News:

Banjir di Tangerang Selatan

Banjir di Tangerang Selatan Telan Korban Jiwa, Dua Bocah Hanyut Hingga BPBD Dikritik

Ihsan, warga perumahan tersebut, mengatakan, banjir diakibatkan curah hujan yang tinggi sejak malam hari.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Banjir yang melanda Kampung Bulak, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), belum surut sepenuhnya, sampai Selasa Petang (25/2/2020). 

Mulai Selasa petang, pencarian dilakukan oleh BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP serta kepolisian.

Komandan Rescue Satpol PP Tangsel, Baidawi, menjelaskan teknik pencairan yang dilakukan menggunakan jaring.

"Namanya Block out. Teknisnya memasang alat untuk membatasi pergerakan korban dan menjaga area supaya tetap steril. Kalau di sungai bisa dipasang perangkap atau jaring. Pertimbangannya, korban akan terus bergerak terbawa arus," ujar Baidawi.

Setelah area difokuskan Menggunakan jaring, pencarian dilakukan menggunakan perahu karet atau degan menelusuri bibir kali.

"Kirim tim bergerak melakukan penyisiran (detection mode) mencari di sepanjang aliran sungai, baik di aliran air (dengan perahu karet atau ban dalam mobil) atau kiri kanan bibir sungai berjalan kaki, dari mulai TKP sampai lokasi terakhir blok out (terpasang jaring. Harapannya, korban dapat ditemukan dan search area clear," paparnya.

Nazar dan Desta Ditemukan Tewas

Setelah hari berganti, pencarian membuahkan hasil. Desta ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, tersangkut jaring yang dibentangkan tim SAR di kawasan Jembatan Keramat, Ciledug, Tangerang pada Rabu (27/2/2020).

12 jm berselang, jasad Nazar juga ditemukn dalam keadaan tak bernyawa di lokasi yang sama.

"Positif, Nazar ditemukan. Lokasi yang sama. Dengan teknik yang sama," jelas Baidawi.

Kebakaran di Lantai Dasar Gedung Thamrin City, Kerugian Rp 20 Jutaan

Jurus Licik Wanita di Malang Gasak Motor: Kenalan Via Facebook Lalu Ajak Korban Mabuk dan Bercinta

Totok Murka Tak Diberi Uang Buat Tebus Ijazah Istri - Aksi Kejam Pelaku Buat Nyawa Mertua Melayang

Kinerja BPBD Dikritik

Anggota DPRD Tangsel, Eva Puspita, mengevaluasi kinerja BPBD Tangsel dalam menghadapi banjir ini.

"Itu jadi evaluasi ya, evaluasi karena BPBD harus lebih tanggap di titik-titik rawan banjir, karena Maharta itu paling sering. Itu PR kita bersama," ujar Eva usai mengunjungi rumah Nazar, menyampaikan duka kepada orang tuanya.

Politikus Golkar itu juga menggaris bawahi pengawasan orang tua terhadap anaknya, terlebih dalam situasi bencana.

"Ya paling penting itu pengawasan orang tua, anak-anak ya apa lagi kan. Pemerintah kan tidak bisa mengakomodir semua permasalahan yang ada di masyarakat, itu yang paling penting. Pemerintah itu secara teknis, kita harus bisa menjaga diri kita sendiri," ujarnya.

Tanggapan Pemkot Tangsel

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, tengah melihat permasalahan secara keseluruhan terkait banjir itu.

"Ya nanti kita lihat perkembangnnya. Penanganan banjir bukan hanya BPBD, melibatkan banyak OPD yang lain. Dinas PU, Lingkungan Hidup. Semua persoalan sedang kita inventarisir," ujar Wakil Wali Kota Tangsel, Benymin Davnie, saat dihubungi Kamis (27/2/2020).

Benyamin juga mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada dua bocah korban banjir yang meregang nyawa itu.

"Ada rencana mau kita bantu, saya sudah meminta kepada bagian Kesra untuk menyiapkan bantuannya. Berapa besarnya, seperti apa bantuannya, sedang dirumuskan sama Kabag Kesra," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved