Turap Kali Sunter Ambruk, 5 Makam di Pangeran Jayakarta Ambles

Pengurus Pemakaman Pangeran Jayakarta Suhendar mengatakan amblesnya makam terjadi bertahap akibat turap Kali Sunter ambruk.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Kondisi turap Kali Sunter di area Pemakaman Pangeran Jayakarta, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (27/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Sebanyak lima makam di area Pemakaman Pangeran Jayakarta, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung amblas.

Pengurus Pemakaman Pangeran Jayakarta Suhendar mengatakan amblesnya makam terjadi bertahap akibat turap Kali Sunter ambruk.

"Awalnya 3 (makam amblas) dan sudah kita pindahkan, terus dipasang bambu (cerucuk dolken) supaya tidak amblas lagi," kata Suhendar di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (27/2/2020).

Tiga makam yang jasadnya kini sudah dipindahkan amblas bersama bagian turap Kali Sunter yang ambruk pada Senin (17/2/2020).

Namun naiknya debit air Kali Sunter saat Jakarta diguyur hujan deras pada Selasa (25/2/2020) mengakibatkan turap kembali longsor.

"Kemarin (tanggal 25) amblas lagi 2 makam, soalnya hujan deras. Langsung kami pindahin lagi jenazahnya," ujarnya.

Pengurus Pemakaman Pangeran Jayakarta lainnya, Untung Suryadi menuturkan lima jenazah yang makanya amblas dipastikan tak hanyut.

Jenazah atas nama Edison, Sarifudin, Asep, Hj Euis, dan Almarhu Djunaedi berhasil dipindahkan dalam keadaan utuh ke tempat baru.

"Alhamdulillah semua (bagian jenazah) utuh dan tidak hanyut terbawa arus. Ada lahan kosong yang mepet dengan makam yang ada, kita gali lagi buat makam baru," tuturnya.

Kepala Satuan Petugas Sudin Sumber Daya Air (SDA) Pulogadung Purwanto mengatakan panjang turap yang amblas sekitar 25 meter.

Di FX Sudirman, Ada Minuman Boba Dengan Varian Rasa Kembang Telang

Banjir Kembali Melanda Jakarta, Kepala BPBD DKI Memilih Mengundurkan Diri

Warga Tangerang Frustrasi Pasang Iklan Rumah ini dijual, Dijamin Bebas Banjir Kalau Kagak Hujan

Untuk sementara penanganan agar turap tak lagi amblas dilakukan dengan cara memasang cerucuk dolken di area yang terdampak.

Cerucuk dolken tersebut jadi penopang tanah sebelum Sudin SDA Jakarta Timur memperbaiki turap secara permanen.

"Hari ini mulai melakukan penanganan pertama dengan pemasangan kayu dolken, sementara dulu untuk penahan tanah makam," kata Purwanto.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved