Breaking News:

Banjir di Tangerang

Warga Tangerang Frustrasi Pasang Iklan 'Rumah ini dijual, Dijamin Bebas Banjir Kalau Kagak Hujan'

Ada guratan putus asa, hampir di setiap rumah. Salah satunya terlihat dari tulisan "Rumah Dijual" dengan menggunakan kertas dilapisi plastik.

Kompas.com/SINGGIH WIRYONO
Banjir sudah empat hari merendam perumahan Garden City Residence Periuk Kota Tangerang. Foto diambil pada Rabu (26/2/2020). 

Dan, itu satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk menafkahi dirinya dan keponakannya.

Sejumlah korban banjir Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, masih mengungsi di Masjid Al Muqorobin RW 03, Rabu (26/2/2020).
Sejumlah korban banjir Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, masih mengungsi di Masjid Al Muqorobin RW 03, Rabu (26/2/2020). (ISTIMEWA/Dokumentasi Kelurahan Cipinang Melayu)

"Kalau dibilang pendapatan saya turun, ya bukan turun lagi. Memang sudah enggak kerja saya dari awal tahun 2020 ini. Saya belum bisa beli mesin jahitnya lagi," ujar Ani.

Ani menjelaskan kondisi mesin jahitnya kepada Kompas.com. Ia mengatakan, kaki-kaki penyanggah mesin jahitnya sudah patah.

Menurut dia, kaki-kaki mesin jahitnya yang terbuat dari kayu patah karena sudah lapuk terendam air banjir terlalu lama.

"Apalagi rumah saya termasuk lama surutnya. Kan saya tinggal di pinggir kali persis. Hari ini saja rumah saya masih 30 cm," ujar Ani.

Selain Ani, ada pula Sriyani yang suaminya jarang bekerja karena banjir sudah merendam Cipinang Melayu.

"Suami saya itu kan ojol ya. Kalau banjir, ya enggak bisa ke mana-mana. Hari ini rumah saya emang sudah surut, tapi karena suami saya yang bersihin rumah dari lumpur semua, dia capek. Jadi ya hari ini belum bisa ngojol lagi," ujar Sriyani.

Dia menjelaskan bahwa kerugian yang ia dan keluarganya dapat tidak bisa diingat berapa besarannya.

"Saking banyaknya barang yang sudah kebuang karena rusak ya, terus suami saya jadi jarang kerja, ya lumayan susah jadinya buat sembako sehari-hari. Apalagi saya di rumah ada anak dua masih usia SD semua, sama mertua dua," ujar Ani.

Ani juga mengatakan, semenjak banjir merendam rumahnya setinggi 3 meter, semua barang di rumahnya dibuang.

"Macam TV, kulkas, kompor kasur, pada dibuangin. Orang sudah enggak bisa dipakai semua. Kalau lihat ke rumah saya, sekarang isinya sudah kosong," ujar Sriyani.

Sriyani bercerita bahwa sekarang ia dan keluarganya hanya tidur dengan tikar.

"Kalau beli kasur lagi sama alat-alat lain juga nanggung, takut banjir lagi karena masih musim hujan. Mungkin nanti kalau udah musim panas lagi," ujar Sriyan(KOMPAS.com/Singgih Wiryono/Tia Astuti)

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved