Breaking News:

Banjir di Bekasi

Banjir di Bekasi, Wali Kota Tuding Banyak Pembangunan Proyek Tidak Sesuai Rekomendasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ketika ditanya soal banjir besar yang melanda wilayahnya di awal tahun baru dan di penghujung Februari 2020 ini.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Banjir di Perumahan Harapan Baru 2 Bekasi, Selasa, (26/2/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Banjir yang terjadi di wilayah Kota Bekasi disebabkan beberapa faktor seperti misalnya pembangunan yang dituding tidak sesuai rekomendasi dari analisis dampak lingkungan (amdal).

Hal ini diungkapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ketika ditanya soal banjir besar yang melanda wilayahnya di awal tahun baru dan di penghujung Februari 2020 ini.

"Berizin bangunannya, tapi dilaksanakan enggak sesuai rekomendasi-rekomendasi," kata Rahmat, Jumat, (28/2/2020).

Rahmat menjelaskan, di Kota Bekasi memang banyak terdapat proyek pembangunan baik bangunan gedung vertikal seperti apartemen dan bangunan gedung kawasan pergudangan.

Bangunan proyek tersebut menurut dia, banyak menggunakan ruang lahan di Kota Bekasi tetapi tidak memperhatikan dampak lingkungan di sekitarnya.

"Kita mau evaluasi karena dizin lingkungan ada tersirat sebuah tempat pengolahan limbah maupun tempat penampungan (air) dimana itu sedikit banyak mengurangi proses lingkungan," jelas dia.

Kemudian tidak kalah penting, kondisi saluran air di Kota Bekasi saat ini yang memang tidak lagi sanggup mengaliri debit air jika curah hujan meningkat.

Ada beberapa faktor penyebab saluran air ini tidak bekerja secara maksimal, diantaranya sedimentasi lumpur dan bangunan liar yang beridiri di atas saluran.

"Saluran drainase yang ada terdapat bangunan rumah yang berdiri diatasnya, ya kalau sudah seperti itu kita harus bongkar, kemudian enggak ada kata lain di kita harus banyak embung (polder air), tapi emang kondisi ruangnya, kondisi tanahnya sangat mahal sekali," tegas dia.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved