Banjir Jakarta

Kali Sunter Meluap, Warga Cipinang Melayu Jakarta Timur Kembali Mengungsi

Banjir luapan Kali Sunter kembali merendam permukiman warga RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu pada Jumat (28/2/2020) sore.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu yang terdampak banjir luapan Kali Sunter di Makasar, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Banjir luapan Kali Sunter kembali merendam permukiman warga RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu pada Jumat (28/2/2020) sore.

Banjir yang menjamah permukiman warga sekira pukul 14.00 WIB dalam waktu singkat mencapai ketinggian 70 sentimeter pada pukul 17.10 WIB.

Siti Jaroha (59), warga setempat mengatakan tingginya air kembali warga memaksa mengungsi lantaran khawatir air terus naik.

"Tetangga saya malah sudah ngungsi lagi ke (Universitas) Borobudur, takut air masih tambah naik. Kalau saya sih belum, lihat situasi dulu," kata Siti di Makasar, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020).

Padahal baru pada Kamis (27/2/2020) seluruh warga RW 04 meninggalkan posko pengungsian di Universitas Borobudur.

Ketinggian air yang merendam permukiman warga pada Selasa (25/2/2020) dan Rabu (26/2/2020) memaksa warga mengungsi.

"Sebelum banjir memang pak RT dari siang sudah bilang kalau di hulu Kali siaga 3, tapi enggak nyangka air secepat ini naiknya," ujarnya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, hingga pukul 18.15 WIB sejumlah warga mulai mengepak barang meninggalkan rumahnya.

Mereka berjalan ke Universitas Borobudur yang terletak 300 meter dari permukiman warga di Jalan Haji Nurul Iman.

"Kalau banjirnya parah memang Universitas Borobudur langsung dibuka untuk jadi posko. Dari dulu juga biasanya kalau banjir seperti itu," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved