Rawan Banjir di Sejumlah Titik Wilayah, Kebutuhan Pompa Air di Bekasi Masih Kurang

Sepanjang 2020 saja, banjir besar melanda wilayah setempat dengan jumlah banjir mencapai 90 titik

Rawan Banjir di Sejumlah Titik Wilayah, Kebutuhan Pompa Air di Bekasi Masih Kurang
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kepala Dinas BMSDA Arief Maulana 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kebutuhan pompa penyedot air di Kota Bekasi sejauh ini cukup tinggi mengingat, intensitas banjir yang kerap terjadi di wilayah setempat.

Pemerintah Kota Bekasi sejauh ini masih kekurangan pompa air meski sejauh ini, ketersediaan pompa yang dimiliki sebanyak 80 unit ditambah 28 unit pompa portable.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Arief Maulana saat dijumpai di Bekasi Utara, Jumat, (28/2/2020).

"Kita masih sangat membutuhkan contoh yang tadi pak wali sampaikan yang pertama curah hujan yang tinggi di daerah Caman, yang tidak sebanding dengan kapasitas sedotan pompa dari itu sendiri," Kata Arief.

Arief merinci, 80 unit pompa air diletakkan di beberapa titik yang rawan banjir. Sementara untuk pompa portable, Pemerintah Kota Bekasi memiliki 14 unit dengan kapasitas 6 inci dan 14 unit dengan kapasitas 3 inci.

"Kalau yang portabel itu kapasitasnya sangat kecil ya maksimal itu 30 meter per kubik daya sedotnya, itu kita sebar di 12 kecamatan 2 kita cadangan," jelasnya.

Dengan jumlah pompa air saat ini, Pemkot Bekasi masih kekurangan akibat bayaknya titik banjir yang terjadi saat ini. Sepanjang 2020 saja, banjir besar melanda wilayah setempat dengan jumlah banjir mencapai 90 titik.

"Enggak belum, sampai saat ini masih kekurangan, kemarin saja kita kerahkan 14 unit portabel masih sangat kurang karena saya ngitungnya perkecamatan satu," jelasnya.

Bukan Mistis atau Perbuatan Orang: Begini Penjelasan Polisi Kaca Rumah Dewi Perssik Pecah

Pemerintah Kota Bekasi berencana melakukan penambahan pompa air di beberapa titik wilayah berupa pompa statis.

"Kita maksimalkan yang sifafnya bukan portabel tapi pompa statis, pertama di Caman, Kartini, yang ketiga belom dipasang pompa di Kalimati, lalu di Duren Jaya yang belum ada pompanya makanya banjir," tegasnya. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved