RS Polri Kramat Jati Telusuri Indikasi Keracunan Obat Pada Santri yang Tewas di Sawah

Pemeriksaan tersebut guna memastikan apakah FNF juga mengalami keracunan obat seperti temannya AS (16) yang ditemukan tergeletak bersamaan.

RS Polri Kramat Jati Telusuri Indikasi Keracunan Obat Pada Santri yang Tewas di Sawah
Tangkapan Layar Kompas.com
Sejumlah anggota Polres Sukabumi dan warga berada di tempat kejadian perkara (TKP) penemuan dua santri tergeletak di Kampung/Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati berupaya memastikan kandungan obat pada tubuh santri Pondok Modern Assalam Putra berinisial FNF (18).

Pemeriksaan tersebut guna memastikan apakah FNF juga mengalami keracunan obat seperti temannya AS (16) yang ditemukan tergeletak bersamaan.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan pemeriksaan dengan cara mengambil sampel organ.

"Kita periksa kuantitatif. Kita ambil sampel darah, jaringan lambung, dan urine," kata Hastry di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020).

Sampel darah dan organ diambil lalu diperiksa secara laboratorium guna memastikan kandungan obat pada tubuh FNF.

Meski jasad FNF sudah dibawa pihak keluarga pada Kamis (27/2/2020) sore untuk dimakamkan, pemeriksaan tetap berlangsung.

"Seberapa kecil pun, kalau dia meminum (obat) pasti terdeteksi di laboratorium forensik. Kalau sebab kematian karena masuknya air dan lumpur dalam saluran pernapasan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium di RS Polri Kramat Jati diperkirakan rampung satu pekan sejak autopsi dilakukan Kamis (27/2/2020).

Untuk sekarang, Hastry belum dapat memastikan apakah FNF jatuh ke area persawahan karena pengaruh keracunan obat seperti AS.

"Belum bisa disebut ada indikasi (keracunan obat) karena menunggu hasil pemeriksaan secara kuantitatif (laboratorium)," tuturnya.

Sebagai informasi, AS diketahui keracunan obat berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Sekarwangi.

AS dan FNF ditemukan warga Kampung Cibodas pada Selasa (25/2/2020) sekira pukul 23.00 WIB karena warga mendengar suara kesakitan AS.

Nahas saat dibawa ke RSUD Sekarwangi FNF yang diautopsi di RS Polri Kramat Jati atas permintaan penyidik Polsek Bojonggenteng dalam keadaan tewas.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved