Antisipasi Virus Corona di DKI
147 Orang Diduga Terpapar Corona di Jakarta, Ini Jawaban Dinas Kesehatan DKI
147 orang diduga terpapar virus corona atau COVID-19 di Ibu Kota Jakarta.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - 147 orang diduga terpapar virus corona atau COVID-19 di Ibu Kota Jakarta.
Jumlah total tersebut berdasarkan dari 115 orang yang dipantau dan 32-nya lagi sedang diawasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyatakan data 147 pasien ini tercatat hingga 28 Februari 2020.
Dwi mengatakan, seluruh pasien tersebut telah melakukan pemeriksaan melalui laboratorium di Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.
Hasil pemeriksaan, sambungnya, seluruh pasien tersebut dinyatakan negatif terpapar COVID-19.
"Mereka semua sudah diperiksa selama kira-kira 14 hari, dari Januari-Februari. Hasil dari laboratorium, negatif corona," kata Dwi saat dihubungi, Minggu siang (1/3/2020).
Dwi melanjutkan, seluruh pasien ini sempat melakukan perjalanan ke Wuhan, Tiongkok (sumber virus corona).
Dwi membeberkan, 115 (yang dipantau) sempat batuk-batuk, flu, dan demam seusai mendatangi kota Wuhan.
"Nah, itu kan ciri-ciri jika terkena corona. Tapi hasil laboratorium negatif virus corona mereka semua," jelas Dwi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan 115 orang di Ibu Kota dipantau lantaran diduga terpapar corona virus atau COVID-19.
Sementara, kata dia, 32 orang di Jakarta sedang dalam pengawasan perihal dugaan terpapar COVID-19.
"Sampai saat ini, selama satu bulan lebih, di DKI ada 115 orang yang dalam pemantauan dan ada 32 orang pasien dalam pengawasan," kata Anies, saat diwawancarai awak media, setelah perayaan HUT ke-101 Damkar, di Jakarta Pusat, Minggu pagi (1/3/2020).
Namun, ketika awak media menanyakan perihal ratusan pasien tersebut dirawat di mana, bibir Anies terkatup dan tak menjawab.
Dia hanya menerangkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk tim khusus penanganan pasien yang diduga terpapar COVID-19.
"Saat ini kami sedang dalam proses pembentukan tim tanggap COVID-19," kata Anies.
Tim khusus besutan Pemprov DKI ini, lanjutnya, akan dipimpin Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda DKI Jakarta, Catur Laswanto.
"Tim ini diketuai Asisten Kesra, nantinya akan menjadi pusat kendali untuk pemantauan, pencegahan, dan penanggulangan COVID-19," beber Anies.
Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI.
Begitu juga dengan instansi pemerintahan lainnya.
"Kita juga melibatkan stakeholder lain di Jakarta untuk mengantisipasi pontensi wabah COVID-19," ucap dia.
Anies menyebut, hal ini dilakukan secara cepat lantaran Jakarta merupakan pintu gerbang Indonesia kedatangan orang asing.
"Kami bergerak cepat antisipasi, karena Jakarta adalah pintu gerbang Indonesia kedatangan orang interaksi dunia internasional, porsi terbesarnya ada di Jakarta," jelas dia.