Polisi Tetapkan Penyebar Hoaks Bayi Diculik di Pondok Cabe Jadi Tersangka

Hal itu dilakukan, agar Andi Sulis bisa meminta uang kepada sang kakak untuk biaya hidupnya sendiri, alih-alih berbohong untuk membiayai anaknya.

Istimewa/Dokumentasi Polsek Pamulang
Andi Sulis dan Sunardi, saat dimintai keterangan di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Minggu (1/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Aparat Polsek Pamulang menetapkan Andi Sulis sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Andi Sulis merekayasa cerita anaknya diculik lantaran mau bertemu dengan suaminya sirihnya, Sunardi, yang sudah hampir setahun berpisah.

Sebelum berpisah dengan suaminya, Andi Sulis sedang mengandung lima bulan.

Karena tidak dinafkahi suaminya setelah berpisah, ia menggugurkan janinnya.

Namun Andi Sulis tetap mengatakan kalau sang anak sudah lahir, kepada suaminya, dan kakaknya, Yuliani.

Hal itu dilakukan, agar Andi Sulis bisa meminta uang kepada sang kakak untuk biaya hidupnya sendiri, alih-alih berbohong untuk membiayai anaknya.

Andi Sulis bingung saat suaminya minta bertemu untuk melihat anaknya itu.

Ia akhirnya merekayasa cerita kalau bayinya diculik di perjalanan saat naik angkot di Pondok Cabe, Pamulang, pada Sabtu (29/2/2020).

Yuliana yang diberi tahu adiknya kalau dia dihipnotis dan bayinya diculik, langsung mengunggah postingan ke media sosial, dan membuat masyarakat geger.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved