Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Tangkal Covid-19, Sehari Ini Petugas Bandara Soekarno-Hatta Sempat Kewalahan Pindai 12.000 Penumpang

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta mengklaim mengawasai sampai 12 ribu penumpang setiap harinya.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pemeriksaan penumpang dari kedatangan internasional menggunakan Thermo Gun oleh KKP Bandara Soekarno-Hatta untuk mencegah masuknya Virus Corona ke Indonesia, Senin (2/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta mengklaim mengawasai sampai 12 ribu penumpang setiap harinya.

Pengawasan tersebut dilakukan di kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta menyusul mewabahnya virus corona atau Covid-19.

"Kalau hitungan kami, ada 85 sampai 90 penerbangan perhari dengan jumlah yang kita awasi kurang lebih 11 sampai 12 ribu," terang Kepala KKP Bandara Soekarno-Hatta, Anas Ma'aruf di Terminal 3, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, meski penerbangan langsung dari dan ke China ditutup sementara, penerbangan transit dari negeri bambu itu pun juga diawasi.

Misalnya saja dari Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Singapura.

"Tentu ini menjadi catatan, supaya kita meningkatkan lagi pengamanan atau screening di pintu masuk negara di Soekarno Hatta ini," sambung Anas.

Sebab selama ini, pemindaian suhu tubuh tiap penumpang internasional yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta selalu dilakukan dua kali.

Awalnya akan dilakukan thermo gun, dimana setiap kening penumpang akan diukur suhunya satu persatu.

"Kemudian kedua, thermal scanner ini kita tingkatkan," kata Anas.

Lalu, KKP Bandara Soekarno-Hatta juga akan melakukan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) atau petugas yang berjaga di area scanner.

Anas mengaku, beberapa hari lalu petugasnya sempat kewalahan dalam memeriksa satu persatu penumpang yang turun dari penerbangan internasional.

"Sebetulnya itu terjadi karena hari minggu kemarin, ada salah satu faktor yakni adanya empat penerbangan yang datang bersamaan," jelas Anas.

"Kedua banyak penumpang yang belum mengisi kartu kewaspadaan kesehatan di dalam pesawat, sehingga menunggu dalam pengisi," sambungnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved