Pabrik Tembakau Gorila Digerebek

Gunakan Medsos, Distribusi Tembakau Gorila Asal Bandung Cukup Masif

Polisi membenarkan bahwa distribusi tembakau sintetis atau tembakau gorila buatan home industry di apartemen di Bandung.

Warta Kota
Tembakau cap gorila 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM,  PALMERAH - Kendati tak menyebutkan detail, polisi membenarkan bahwa distribusi tembakau sintetis atau tembakau gorila buatan home industry di apartemen wilayah Bandung, Jawa Barat cukup masif ke berbagai kota.

Sebab, mereka menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan mengedarkannya.

Cara kerjanya, pemesan memesan melalui salah satu aplikasi pesan media sosial, lalu kemudian barang diantar menggunakan pengiriman.

Adapun harganya Rp 25-40 Juta perkilogramnya.

"Yang jelas peredarannya semakin meluas karena pemesanan dan pengiriman lewat aplikasi di medsos," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona Siregar di kantornya, Selasa (3/3/2020).

Dari hasil pengungkapan sementara saja, sudah ada tiga kota jadi lokasi tempat para pelaku dibekuk.

Selain Bandung yang jadi lokasi home industry, terbongkarnya jaringan ini saat polisi menangkap seorang mahasiswa berinisial FJ (21) di rumahnya di kawasan Marga Jaya, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (16/2/2020).

Sedangkan operator berinisial OP (19) yang memasarkan barang haram tersebut di media sosial berdomisili di Bali.

Selain ketiga kota tersebut, disinyalir masih ada sejumlah lain yang jadi peredaran tembakau gorila tersebut.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved