Warga Bekasi Meninggal Negatif Corona

Pasien Meninggal Dunia RSDH Cianjur Asal Bekasi Negatif Corona, Keluarga: Pembengkakan Jantung

Hasil medis dari rumah sakit menyebutkan, terdapat pembengkakan di jantung hingga menyebabkan paru-parunya dipenuhi cairan.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Suasana rumah duka di Perumahan Villah Indah Bekasi 1 Tambun Bekasi, Selasa, (3/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Pasien Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur asal Bekasi berinisial D (55), dipastikan negatif virus corona usai kabar simpang siur beredar selama ia dirawat dan meninggal dunia pada, Selasa (3//3/2020).

Jasad D dibawa ke rumah duka di Perumahan Villa Indah Bekasi 1, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Oleh pihak keluarga, dia dimakamkan di TPU Mangunjaya Bekasi.

Perwakilan keluarga bernama Yayat mengatakan, adik iparnya sejak pertama di rawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi hingga kembali dirawat di RSDH Cianjur negatif corona.

"Negatif (corona) makanya kita disuruh pulang terus kebetulan ada gejala lagi badannya tidak panas hanya neysek aja, dan tidak batuk karena corona itu setahu saya panas batuk dan sesak," kata Yayat di Bekasi.

Adik iparnya tersebut dipastikan meninggal dunua akibat penyakit jantung. Hasil medis dari rumah sakit menyebutkan, terdapat pembengkakan pada jantung hingga menyebabkan paru-parunya dipenuhi cairan.

"Jadi selama di Mitra Keluarga tidak batuk dan tidak panas, hanya sesak nafas karena saya kosultasi sama dokter sana di jantungnya ada pembengkakan di paru-parunya sudah ada cairan mungkin (istilah medis) saya enggak, saya cuma dijelasin itu," tegas dia.

Ketika di RSDH Cianjur, D memang masih mengalami gejala sesak nafas. Tetapi pihak rumah sakit juga tidak memastikan bahwa yang bersangkutan mengidap corona atau suspect corona.

"Sampai hari ini itu tidak dibicarakan itu corona masih negatif bapak-bapak boleh tanya ke rumah sakit cianjur juga dia juga bilang begitu," tegas dia.

"Saya mohon maaf udah terlanjur ini mencuat di medsos karena di sana mohon maaf wartawannya kayanya dia mau cari sensasi supaya jadi ada berita yang mengehebohkan," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved