Breaking News:

Diduga Kejar Layangan Putus, Bocah di Bekasi Tewas Tersambar Kereta

"Dari keterangan saksi kita gali, korban tersambar kereta ketika sedang berusaha mengejar layangan," kata Erna, Rabu, (4/3/2020).

ISTIMEWA
Korban tersambar kereta di Kampung Rawabebek, RT02/10, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat saat dievakuasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Seorang bocah berinisial BF tewas usai tersambar kereta saat berusaha mengejar layangan putus di perlintasan Kampung Rawabebek, RT02, RW10, Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Komisaris Polisi Erna Ruswing Andari mengatakan, peristiwa terjadi pada Senin, (2/3/2020), sekira pukul 16.265 WIB.

"Dari keterangan saksi kita gali, korban tersambar kereta ketika sedang berusaha mengejar layangan," kata Erna, Rabu, (4/3/2020).

Erna menjelaskan, bocah berusia enam tahun itu tersambar Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line KA 1402 Jurusan Jakarta-Bekasi.

"Jadi korban ini mengejar layangan yang mengarah ke sembrang rel, pada saat bersamaan melintas KRL, (korban) tidak melihat karena dia fokus mengejar layangan," jelasnya.

Korban tersambar kereta di Kampung Rawabebek, RT02/10, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat saat dievakuasi.
Korban tersambar kereta di Kampung Rawabebek, RT02/10, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat saat dievakuasi. (ISTIMEWA)

Dia menambahkan, korban meninggal di tempat kejadian akibat mengalami luka parah pada bagian kepala, perut, tangan dan kaki kiri patah.

"Lukanya cukup parah, sehingga korban meninggal di tempat tidak bisa tertolong," tambahnya.

Dibantu warga sekitar, polisi kemudian mengevakuasi jasad korban ke RSUD Kota Bekasi. Perjalanan kereta menurut Erna, tetap berlanjut dan tidak terjadi gangguan secara luas.

"Perjalanan kereta tidak terganggu karena jasad korban segera dievakuasi," terang dia.

Dia juga menghimbau kepada seluruh orangtua agar selalu mengawasi anaknya saat bermain. Terlebih ketika anak bermain di dekat perlintasan kereta, segera diperingati agar menjauh atau berpindah lokasi bermain.

"Orangtua warga sekitar punya tanggungjawab bersama jangan biarkan anak bermian dekat rel kerata, segera djberitahu atau diarahkan untuk mencari lapangan atau area bermian lain," jelasnya.

"Karena anak-anak tidak akan peduli kalau lokasi bermain mereka aman atau tidak, seperti kejadian ini, anak-anak tidak tahu kalau kereta melintas dia fokus main layanagan," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved