Kasus Dugaan Salah Tangkap Sopir Taksi Online, Polisi Akui Belum Pernah Gelar Perkara

Sidang kasus pencurian dengan terdakwa sopir taksi online bernama Ari Darmawan terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Ari Darmawan, sopir taksi online yang diduga menjadi korban salah tangkap kepolisian, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sidang kasus pencurian dengan terdakwa sopir taksi online bernama Ari Darmawan terus bergulir.

Terbaru, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi pada Selasa (3/3/2020).

Dalam kasus ini, Ari Darmawan diduga menjadi korban salah tangkap pihak kepolisian.

Pada sidang Selasa lalu, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan Wiyanto sebagai saksi.

Dalam keterangannya, Wiyanto mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan gelar perkara.

"Kami tidak pernah melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa tersangkanya," kata Wiyanto dalam rilis yang diterima TribunJakarta.com dari tim kuasa hukum Ari Darmawan, Kamis (5/3/2020).

Selain itu, ia mengaku tidak membawa surat penangkapan saat mencokok Ari.

"Kami tidak membawa surat perintah penangkapan maupun penggeledahan. Sebab, tujuan awal kami datang ke rumah terdakwa hanya untuk melakukan observasi," ujar dia.

Ketua tim kuasa hukum Ari, Hotma Sitompoel menyesalkan tindakan kepolisian tersebut.

"Kami menyesalkan tindakan pihak kepolisian Jakarta Selatan yang tidak melakukan gelar perkara dan melakukan penangkapan, penggeledahan, dan penyitaan tanpa disertai surat perintah dari instansi," tutur Hotma.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved