Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemprov DKI Jual Masker Rp 300 Ribu/Boks, PSI: Pemerintah Kok Jadi Perpanjangan Tangan Tengkulak

Guna mengantisipasi kelangkaan masker, Pemprov DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya berinisiatif menambah stok masker sebanyak 1.450 boks untuk pasar.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ilustrasi masker. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Masuknya virus corona di Indonesia membuat masker jadi barang yang paling dicari.

Masyarakat pun saling berebut ingin mendapatkan alat penyaring udara itu.

Bahkan, harganya melambung tinggi.

Di pasaran, harga satu boks masker kini menyentuh angka Rp 300 ribu.

Padahal, sebelum mewabahnya virus corona, harga masker di pasaran berkisar antara Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per boks.

Guna mengantisipasi kelangkaan masker, Pemprov DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya berinisiatif menambah stok masker sebanyak 1.450 boks.

Namun, bukannya menjual masker itu dengan harga terjangkau, PD Pasar Jaya malah ikut-ikutan menjual alat penyaring udara itu dengan harga selangit.

Hal ini pun menuai kecaman dari banyak pihak, salah satunya Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta.

Anggota Fraksi PSI Eneng Maliansari pun menuding PD Pasar Jaya sebagai perpanjangan tangan tengkulak.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved