Penangkapan Penimbun Masker di Jakarta

Politisi PSI Sindir BUMD Pemprov DKI Jual Masker Rp300 Ribu/Boks: Menari Diatas Keresahan Orang

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Eneng Maliansari menilai tindakan tersebut justru menyengsarakan masyarakat karena seolah meraup keuntungan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengecam langkah BUMD PD Pasar Jaya menjual masker dengan harga 10 kali lipat dari harga normal.

Dilansir dari Kompas.com, diketahui, masker dari PD Pasar Jaya dijual dengan harga Rp 300.000 per boksnya.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Eneng Maliansari menilai tindakan tersebut justru menyengsarakan masyarakat karena seolah meraup keuntungan.

"Jakarta sedang darurat, ini bukan saatnya meraup keuntungan. Justru di situasi seperti ini, jangan kita menari di atas keresahan orang. Lebih baik tidak berjualan jika mematok harga tinggi," ujar Eneng saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2020).

Penjualan ini juga seolah mengingkari komitmen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menomorsatukan keselamatan warga dalam penganganan infeksi virus Corona.

Menurut Eneng, dengan menjual masker seharga Rp 300.000 per boksnya justru memperlihatkan ekonomi yang didahulukan dan kebutuhan masyarakat diabaikan.

"Padahal pemerintah memiliki kewajiban menjamin kestabilan harga dan ketersediaan masker untuk seluruh masyarakat, bukan malah menjadikan kepanikan masyarakat menjadi kesempatan untuk mendapatkan uang," kata dia.

Kok jadi perpanjangan tangan tengkulak

Eneng Maliansari pun menuding PD Pasar Jaya sebagai perpanjangan tangan tengkulak.

Pasalnya, Eneng menyebut, masker yang dijual Pasar Jaya itu dibeli dari Pasar Pramuka yang telah mematok harga tinggi, bukan dari produsen, seperti PT Kimia Farma (Persero).

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved