Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Cerita Putri Jalani Pemeriksaan Corona, Diminta Biaya Rp 1 Juta & Kaget Adanya Perbedaan Layanan

WNI dengan nama samaran Putri menceritakan pengalamannya melakukan pemeriksaan virus corona di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta.

Shutterstock via Kompas
Cerita Putri Jalani Pemeriksaan Corona, Diminta Biaya Rp 1 Juta & Kaget Adanya Perbedaan Layanan 

Mengenai pembiayaan pasien tertular virus corona covid-19 telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya yang diteken Menteri Kesehatan pada 4 Februari 2020.

“Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud diktum kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi diktum kedua Kepmenkes tersebut.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga menegaskan bahwa biaya perawatan medis bagi pasien corona virus ditanggung sepenuhnya dari anggaran di Kementerian Kesehatan.

”Anggarannya tadi Bapak Presiden sudah ngomong untuk hal yang seperti ini semua akan ditanggung oleh pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki anggaran untuk kondisi khusus seperti pasien yang terinfeksi corona virus. Jadi, dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Meski begitu, Terawan tidak menyebutkan berapa angka nominal anggaran yang dialokasikan bagi pasien corona virus.

“Yang jelas ada anggaran untuk kondisi seperti ini ada dan anggarannya berasal dari daftar isian penggunaan anggaran,” kata Terawan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.

“Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Iqbal.

Iqbal juga menambahkan, BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut. Peserta juga diimbau untuk tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan.

“Kami mengimbau khususnya FKTP untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat Virus Covid-19. FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Ketika ditanyakan alur pelayanan pasien corona covid-19 peserta BPJS Kesehatan, Iqbal menyebut bagi mereka yang mengidap corona bisa langsung menuju ke rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah menangani corona. Diketahui ada 100 rumah sakit di seluruh Indonesia yang sudah ditunjuk pemerintah.

“Jika ada pasien dengan gejala-gejala mirip penyakit akibat corona, bisa langsung ke RS yang sudah disiapkan kemenkes, karena RSnya khusus,” ujar Iqbal.

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved