Mahasiswi UIN Jakarta Jadi Korban Begal Payudara di Tangerang Selatan

Kembali terjadi kasus pelecehan seksual atau yang kerap disebut begal payudara di wilayah Tangerang Selatan ( Tangsel).

Tayang:
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Kembali terjadi kasus pelecehan seksual atau yang kerap disebut begal payudara di wilayah Tangerang Selatan ( Tangsel).

Kali ini terjadi pada seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di Gang Haji Nipan, Pisangan, Ciputat Timur, belakang gedung sekretariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (4/3/2020).

Dalam pesan sebarannya, mahasiswi itu memaparkan kronologi kejadian.

Saat itu, dirinya tengah berjalan dari arah Rumah Sakit Hermina, menuju arah Rumah Sakit UIN, ujung Gang Haji Nipan dekat Kampus 1 UIN Jakarta, pada pukul 20.30 WIB.

Di depannya ada pengemudi ojek online (ojol) yang melaju dari arah sebaliknya.

Pengemudi ojol itu memelankan laju, dan menyerongkan kemudinya ke arah mahasiswi itu.

Tiba-tiba tangan si pengemudi ojol meremas payudara si mahasiswi.

"Aku langsung kaget, gemetar dan teriak 'Najiiiis, jijik' terus dia berhenti di kejauhan, ngelihat ke aku, mungkin untuk memastikan aku enggak melapor, atau bahkan dia merencanakan hal biadab yang lain," terang si mahasiswi dalam pesan sebarannya.

Mahasiswi itu mencoba memerhatikan motor ojol, namun ia tidak berhasil membaca pelat nomornya.

Ia hanya menghafal ciri si pengemudi yang berhidung mancung dan mengenakan jas hujan plastik hijau dan helm hijau.

Akhirnya si mahasiswi lari ke arah Rumah Sakit UIN dan meminta temannya untuk mengantarnya pulang ke indekos.

Si mahasiswi mengatakan, ia sengaja menyebarkan pesan sebaran itu agar tidak ada orang lain yang menjadi korban.

"Tujuanku share ini, semoga anak-anal UIN Jakarta lain enggak ada yang jadi korban lagi, karena jalan itu dekat kosan mahasiswi/a," harapnya.

"Semoga polisi, atau warga setempat mau pasang CCTV dan lampu penerangan agar predator ini segera ditangkap," harapnya.

Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengatakan sudah mengetahui hal pesan sebaran itu.

Endy mengatakan, mahasiswi, korban pelecehan itu sudah menghubungi pihak Polsek Ciputat, dan laporan diarahkan ke Polres Tangsel.

"Terkait korban melalui pendampingnya sudah menelepon Ibu Wakapolsek," ujar Endy saat dihubungi, Jumat (6/3/2020).

"Jadi dikarenakan Polsek tidak ada unit PPA jadi diarahkan Wakapolsek ke Polres Tangerang Selatan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved