Virus Corona di Indonesia

Pesawat Garuda Indonesia Pengangkut Awak Kabin Diamond Princess Masih Dikandangkan

Pesawat Garuda Indonesia yang mengevakuasi 68 Warga Negara Indonesia awak kabin Diamond Princess beberapa waktu lalu masih dikandangkan.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penyemprotan disinfektan pesawat Garuda Indonesia oleh GMF AeroAsia di Hangar 2 Bandara Soekarno-Hatta untuk membunuh virus corona yang tertempel di badan pesawat, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pesawat Garuda Indonesia yang mengevakuasi 68 Warga Negara Indonesia awak kabin Diamond Princess beberapa waktu lalu masih dikandangkan.

Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia Airbus a330 menjemput 68 WNI awak kabin pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang pada Jumat (28/2/2020).

Pesawat berbadan lebar atau wide body tersebut dikandangkan di Bandara Kertajati, Jawa Barat untuk dilakukan disinfeksi selama lima hari untuk membersihkan Virus Corona yang menempel di badan pesawat.

Penyemprotan disinfektan pesawat Garuda Indonesia oleh GMF AeroAsia di Hangar 2 Bandara Soekarno-Hatta untuk membunuh virus corona yang tertempel di badan pesawat, Jumat (6/3/2020).
Penyemprotan disinfektan pesawat Garuda Indonesia oleh GMF AeroAsia di Hangar 2 Bandara Soekarno-Hatta untuk membunuh virus corona yang tertempel di badan pesawat, Jumat (6/3/2020). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Direktur Line Operation GMF AeroAsia, Beni Gunawan mengatakan hingga hari ini pesawat tersebut masih dikandangkan di Bandara Kertajati, Jawa Barat.

"Pesawat ada di Kertajati standby, semua pelaksanaan maintenance sudah selesai," kaya Beni di Hangar 2 GMF AeroAsia, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (6/3/2020).

Ia meyakinkan kalau Airbus a330 tersebut telah menjalani penyemprotan disinfektan secara rutin dan tidak dioperasionalkan sementara waktu.

Menurut Beni pula, pesawat tersebut terlebih dahulu sudah diberikan cairan disinfektan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandung sebelum tiba di Bandara Kertajati.

"Sudah dinyatakan clear dan sudah diservis, sudah maintenance juga pesawat itu, saat ini pesawat masih standby," ucap Beni.

Penyemprotan disinfektan pesawat Garuda Indonesia oleh GMF AeroAsia di Hangar 2 Bandara Soekarno-Hatta untuk membunuh virus corona yang tertempel di badan pesawat, Jumat (6/3/2020).
Penyemprotan disinfektan pesawat Garuda Indonesia oleh GMF AeroAsia di Hangar 2 Bandara Soekarno-Hatta untuk membunuh virus corona yang tertempel di badan pesawat, Jumat (6/3/2020). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setyaputra menjelaskan kalau evakuasi 68 awak kabin tersebut menggunakan pesawat khusus.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved