Breaking News:

Mahasiswa Gunadarma Demo Kampus

3.600 Mahasiswa Gunadarma Terancam Cuti Kuliah Hingga Pindah Kampus

Demo ini juga diikuti oleh mahasiswa Gunadarma dari daerah lainnya seperti dari Karawaci, Cengkareng, hingga Kalimalang.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ribuan mahasiswa Universitas Gunadarma menggelar aksi demo di kampusnya, Beji, Kota Depok, Senin (9/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Ribuan mahasiswa Universitas Gunadarma, terancam cuti kuliah, pindah kampus, hingga diberhentikan paksa oleh pihak kampus buntut dari kebijakan sistem pembayaran yang diduga bermasalah.

Kecewa dengan hal tersebut, hari ini pun ribuan mahasiswa meliburkan diri dari aktivitas belajar dan menggelar aksi demo besar-besaran di Kampus D Gunadarma, Beji, Kota Depok.

Aksi ini juga diikuti oleh mahasiswa Gunadarma dari daerah lainnya seperti dari Karawaci, Cengkareng, hingga Kalimalang.

Ahmad Wahyudi juru bicara aksi menjelaskan, sistem pembayaran yang diklaim kurang jelas tersebut cukup merugikan mahasiswa.

"Kebijakan terbaru pecah blanko, sistem pertama yang sudah berjalan itu bayar semester misalnya Rp 12 juta dibayar dulu setengahnya, atau artinya 50 : 50," kata Ahmad di Kampus D Gunadarma, Senin (9/2/2020).

"Tiba tiba dari 50 : 50 berubah jadi 70 : 30, namun sistem ini kembali berubah harus ada tanda tangan orang tua dan yang lain-lainnya," katanya.

Ahmad mengatakan, sanksi dari kebijakan terbaru kampus yang merugikan mahasiswa itu juga diantaranya adalah mahasiswa yang belum melunasi pembayaran di satu semester, maka tidak bisa lanjut ke semester selanjutnya.

"Berubah lagi sanksinya contoh bila semester enam belum lunas, maka gak bisa pecah blanko lagi di semester tujuh," katanya.

Ahmad berujar, adanya kebijakan tersebut yang dinilai "tiba-tiba" dikeluarkan oleh pihak kampus lantaran ada beberapa oknum yang menyelewengkan kebijakan pecah blanko ini.

"Alasan kebijakan baru ini karena banyak oknum yang menyelewengkan sistem pecah blanko, Kebijakan baru ini mulai berlaku sejak akhir tahun 2019.Jadi ada 3.600 mahasiswa yang tersangkut pecah blanko, itu dari kampus Depok, Kalimalang, hingga Karawaci, Cengkareng, dan Salemba," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved