Breaking News:

Sidang Pembunuh Ayah Anak di Lebak Bulus

Ceritakan Kronologi Kebakaran di Rumah Pupung,Petugas Damkar Cium Bau Bensin & Temukan Ini di Garasi

Fery menjelaskan kondisi rumah korban pembunuhan, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, saat terjadi kebakaran pada Sabtu (24/8/2019).

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Petugas Pemadam Kebakaran, Fery, saat menjadi saksi kasus pembunuhan berencana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bernama Fery dihadirkan sebagai saksi pada sidang kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Aulia Kesuma dan putranya Geovanni Kelvin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Dalam kesaksiannya, Fery menjelaskan kondisi rumah korban pembunuhan, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, saat terjadi kebakaran pada Sabtu (24/8/2019).

Saat itu, ia beserta tim melihat kepulan asap dari lantai dua rumah tersebut yang berlokasi di Jalan Lebak Bulus 1, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Kondisi rumah kosong. Kita langsung lakukan pemadaman di lantai dua. Setelah itu, kita hubungi PLN karena diduga (penyebabnya) dari korsleting listrik," ujar Fery di ruang sidang lima.

Berikutnya, lanjut Fery, timnya melakukan penyisiran di lantai satu rumah Pupung Sadili, termasuk garasi.

Ia mengatakan, saat itu garasi rumah dalam kondisi gelap. Namun, Fery membawa senter sebagai alat penerangan.

"Saya lihat ada semacam bed cover, kemudian tercium bau bensin. Ada mobil juga," kata dia.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), jenazah Pupung dan putranya M Adi Pradana alias Dana sempat akan dibakar di rumah tersebut.

Tujuannya agar Pupung dan Dana seolah-olah meninggal dunia akibat musibah kebakaran.

Halaman
1234
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved