Cegah DBD, Kader Jumantik Kelurahan Munjul Harap Pemprov DKI Beri Bantuan Tanaman Lavender

Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) RT 04, Sanah mengatakan Lavender yang mereka rawat dibeli menggunakan uang hasil patungan warga.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tanaman Lavender yang dibeli kader Jumantik RW 08 Kelurahan Munjul dari hasil patungan di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga RT 04/RW 08 Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung kini menanam lavender guna menghalaalu nyamuk aedes aegypti.

Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) RT 04, Sanah mengatakan Lavender yang mereka rawat dibeli menggunakan uang hasil patungan warga.

"Satu pot Lavender kita beli harga Rp 15 ribu. Tapi harapannya sih ada bantuan dari pemerintah, karena ini kan buat mencegah DBD," kata Sanah di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2020).

Tanaman Lavender yang dibeli kader Jumantik RW 08 Kelurahan Munjul dari hasil patungan di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2020).
Tanaman Lavender yang dibeli kader Jumantik RW 08 Kelurahan Munjul dari hasil patungan di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Mereka berharap ada bantuan karena Kecamatan Cipayung tahun lalu sempat jadi peringkat satu kasus DBD di Jakarta Timur.

Dinas Kesehatan DKI bahkan menyatakan kasus DBD di Kecamatan Cipayung marak karena banyaknya lahan kosong.

"Selain menanam Lavender kita juga ada gerebek jentik, satu minggu tiga kali. Hari Selasa, Jumat, dan Minggu. Biar enggak kejadian seperti tahun lalu," ujarnya.

Sanah menuturkan total kader Jumantik di RW 08 yang berjumlah sekitar 15 orang bertugas mengajak warga mencegah DBD.

Upaya mereka mencegah DBD sejauh ini berhasil karena di lingkungan RW 08 yang terdiri dari sembilan RT tak ada warga terjangkit.

"Kalau bisa ada bantuan beberapa pot Lavender dari pemerintah, jadi selain punya warga yang ada di halaman ada Lavender di pinggir jalan," tuturnya.

Mengutip kompas.id, jumlah kasus DBD di DKI Jakarta periode 23 Januari-28 Februari 2020 tercatat sebanyak 583 kasus DBD.

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi data jumlah kasus DBD di Jakarta Timur kepada Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti.

Kabid P2P Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia, dan Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan.

Namun hingga berita ditulis upaya konfirmasi kepada Widyastuti, Dwi, dan Indra tak membuahkan hasil.

Padahal di tahun 2019 lalu Jakarta Timur jadi wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak se-DKI Jakarta dan dua warganya meninggal.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved