Breaking News:

Dua Hal Krusial yang Dijadikan Dasar Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 Tuntut Gubernur DKI

Ada dua hal yang dijadikan dasar tim advokasi banjir Jakarta 2020 menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Azas Tigor Nainggolan, satu di antara tim advokasi banjir Jakarta 2020, saat diwawancari awak media, di PN Jakarta Pusat, Selasa pagi (10/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Ada dua hal yang dijadikan dasar tim advokasi banjir Jakarta 2020 menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Azas Tigor Nainggolan, satu di antara tim advokasi banjir Jakarta 2020, menjelaskan dua hal tersebut.

Yakni menyoal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak mengoperasikan early warning system (sistem peringatan dini) tentang banjir.

Kedua, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mengoperasikan sistem bantuan darurat atau emergency respons

"Early warning system (sistem peringatan dini). Kedua, ada sistem bantuan darurat emergency respons," kata Tigor, saat diwawancarai awak media, di PN Jakarta Pusat,

"Dua ini tidak dijalankan pada saat banjir di Jakarta 1 Januari 2020," sambung Tigor.

Hal ini, menurutnya, membuat warga yang berdampak banjir tak sempat mempersiapkan diri.

Alhasil, kerugian yang dialami warga terdampak banjir ini makin besar.

Bahkan, Tigor mengklaim Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengirimkan bantuan kepada mereka hingga sekarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved