Pesta Miras Saat Acara Pernikahan di Sukakarya Kabupaten Bekasi, Dua Pemuda Tewas

Dua pemuda berinisial J dan A tewas usa gelar pesta minuman keras di acara pernikahan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Suharno
ISTIMEWA
Korban miras oplosan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Selasa, (10/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Dua orang pemuda berinisial J dan A tewas usai menggelar pesta minuman keras di acara pernikahan temannya di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Selasa, (10/3/2020).

Kapolsek Sukatani Polres Metro Bekasi, AKP Makmur, mengatakan, kejadian ini bermula ketika di wilayahnya terdapat seorang warga menggelar hajatan pernikahan pada, Minggu, (8/3/2020) malam.

"Jadi memang sudah kebiasaan jelek, ada temannya yang nikahan sambil ngobrol sambil minum," kata Makmur saat dikonfirmasi, Selasa, (10/3/2020).

Dia menjelaskan, korban pertama kali diketahui meninggal dunia pada, Senin (9/3/2020), sekira pukul 16.00 WIB, kemudian disusul korban kedua menghembuskan nafas terkhair sekira pukul 19.00 WIB.

"Jadi acara hajatan hari minggu, mulai dari sore mereka, senin sudah mulai sakit malamnya meninggal dunia," jelas dia.

Selain dua orang meninggal dunia, Makmur memastikan hingga kini masih terdapat delapan orang yang dirawat di rumah sakit akibat pesta miras tersebut.

"Yang ikut minum belum diketahui berapa orang, tapi yang pasti delapan orang saat ini masih dirawat ditambah dua orang meninggal dunia," tegasnya.

Dia menduga, para pemuda ini mengalami sakit dan meninggal dunia akibat miras oplosan yang dibeli sacara bersama-sama dengan jumlah cukup banyak.

"Diduga itu (miras oplosan) karena sampe sekarang orang-orang itu (korban dirawat) kalau kita tanya belum ada yang bisa jawab secara jelas jadi masih kita dalami," ungkapnya.

Delapan orang pemuda yang dirawat menurut Makmur masih dalam perawatan intensif di rumah sakit dengan keluhan mual, sakit perut hingga pusing.

"Untuk yang punya hajatan dia tidak minum, kita juga masih mintai keterangan, rata-rata korban berusia 19 sampai 20 tahun," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved