Sidang Sopir Taksi Online Diduga Korban Salah Tangkap, Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Meringankan

Pada persidangan sebelumnya, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Wiyanto, dihadirkan sebagai saksi.

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Ari Darmawan, sopir taksi online yang diduga menjadi korban salah tangkap kepolisian, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Ari Darmawan, sopir taksi online yang diduga menjadi korban salah tangkap polisi, akan kembali menjalani persidangan kasus pencurian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).

Anggota tim kuasa hukum Ari, Yoshua Napitupulu, mengatakan sidang bakal digelar pukul 15.00.

"Hari ini sidang dengan agenda pembuktian saksi-saksi yang meringankan," kata Yoshua saat dihubungi, Selasa (10/3/2020).

Namun, ia belum dapat memastikan siapa saja dan berapa jumlah saksi yang akan dihadirkan.

"Untuk saksinya dipastikan besok di persidangan ya, jumlahnya belum tahu," ujar dia.

Pada persidangan sebelumnya, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Wiyanto, dihadirkan sebagai saksi.

Dalam keterangannya, Wiyanto mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan gelar perkara.

"Kami tidak pernah melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa tersangkanya," kata Wiyanto.

Selain itu, ia mengaku tidak membawa surat penangkapan saat mencokok Ari.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved