Food Story

Kisah Sukses Usaha Laksa Betawi Asirot: Resep Warisan Hajah Muroni hingga Julukan Sarjana Ketupat

Berkat Laksa Betawinya, sebagian anaknya yang lulus perguruan tinggi pun dijuluki Sarjana Ketupat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Laksa Betawi Asirot 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Resep warisan Hajah Muroni menjadi kunci kelezatan laksa Betawi Asirot.

Meski ia telah berpulang tahun 2018 silam, usaha sukses kuliner langka nan otentik itu masih terus berpendar.

Berkat Laksa Betawinya, sebagian anaknya yang lulus perguruan tinggi pun dijuluki Sarjana Ketupat.

Menantu dari anak keempat Hajah Muroni, Nupi Salam (64), mengisahkan awal berdirinya usaha Laksa Betawi Asirot.

Nupi mengatakan ibu mertuanya itu pintar dalam memasak berbagai makanan. Terutama masakan khas Betawi.

Sekira pada tahun 1972, Hajah Muroni membuka Laksa Betawi di Jalan Assirot Nomor 1 RW 003 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menantu dari pemilik tempat makan Laksa Betawi Asirot, Nupi Salam, saat ditemui TribunJakarta.com pada Selasa (10/3/2020).
Menantu dari pemilik tempat makan Laksa Betawi Asirot, Nupi Salam, saat ditemui TribunJakarta.com pada Selasa (10/3/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Kala itu, Laksa Betawi Asirot bernama Laksa Betawi Bang Darus, mengambil dari nama suaminya Darussalam, yang juga seorang tokoh masyarakat di sana.

Awal pertama buka, lanjut Nupi, warga sekitar sering datang menyantap laksa Betawi.

Mereka juga terkadang memberikan masukan kepada Hajah Muroni di sela waktu bersantap.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved