Kabar Artis
Tom Hanks & Istri Terinfeksi Corona, Sang Putra Ungkap Kondisi Terkini:Semoga Semua Orang Tetap Aman
Tom Hanks dan Rita Wilson tengah berada di Negeri Kangguru itu untuk persiapan syuting film tentang Elvis Presley, film garapan Baz Lurhman .
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM - Putra Tom Hanks, Chet Hanks (29) menuturkan kondisi terkini sang orang tua yang terinfeksi virus corona (Covid-19) di Australia.
Tom Hanks dan Rita Wilson tengah berada di Negeri Kangguru itu untuk persiapan syuting film tentang Elvis Presley, film garapan Baz Lurhman dari Warner Bros.
Film ini semula dijadwalkan akan tayang pada 1 Oktober 2021.
TONTON JUGA:
Kabar Tom hanks terinfeksi virus corona itu awalnya dibagikannya melalui laman Instagram @tomhanks.
"Halo, saya dan Rita sedang di Australia. Kami merasa agak lelah dan mengalami gejala flu dan pegal-pegal. Rita juga merasa kedinginan yang hilang dan pergi. Ada demam juga."
“Kami kemudian menjalani tes untuk virus corona dan kami dinyatakan positif,” tegas Tom Hanks.
Lebih lanjut, Tom Hanks menyatakan dia akan menjalankan semua tindakan yang diwajibkan oleh otoritas kesehatan.
“Kami, keluarga Hanks, akan menjalani tes, observasi, dan diisolasi sesuai yang diwajibkan dan diperlukan. Kami akan terus mengabarkan perkembangan kondisi kami,” imbuh Tom Hanks.
Tom Hanks dan Rita Wilson merupakan pesohor di dunia hiburan pertama yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona.
Kabar Tom Hanks dan istri positif virus corona itu menuai perhatian publik.
Kini sang anak Tom Hanks membagikan kondisi terkini kedua orang tuanya melalui unggahan di Instagramnya.
"Apa kabar semuanya? Ya, itu benar. Orangtuaku terkena virus corona. Gila memang. Mereka berdua di Australia sekarang karena ayahku sedang syuting film di sana," ujar Chet Hanks.
Chet menuturkan, ia baru saja selesai berbicara dengan ayah dan ibunya di telepon untuk menanyakan kondisi mereka.
"Mereka berdua baik-baik saja, mereka bahkan tidak sesakit itu. Mereka tidak khawatir tentang hal itu," imbuh Chet Hanks.
Kendati demikian, Chet Hanks menyatakan, hal tersebut bukan sesuatu yang perlu dicemaskan secara berlebihan.
"Tapi aku tidak berpikir itu sesuatu yang terlalu dikhawatirkan. Aku menghargai perhatian semua orang, tetapi aku pikir itu semua akan baik-baik saja, tapi aku menghargai itu dan semoga semua orang tetap aman di luar sana," kata Chet Hanks.
Virus Corona Disebut Tak Tahan Sinar Matahari
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jember Agga Mardro Raharjo meminta masyarakat tak berlebihan menanggapi penyebaran virus corona Covid-19.
Sebab, sejumlah virus tak tahan terhadap paparan sinar matahari.
Agga mengatakan, hal itu juga berlaku untuk virus corona baru atau Covid-19.
"Mungkin ini jawaban dari mengapa di Indonesia kasus penyebaran virus Covid-19 relatif sangat kecil jika dibandingkan China, Korea Selatan apa lagi Italia,” kata Agga dalam diskusi di Universitas Jember, Rabu (11/3/2020).
dr Soebandi Jember ini menyebut, kasus kematian akibat infeksi Covid-19 relatif kecil.
Angka kematian akibat virus corona jenis baru ini sekitar 3 persen dari total 119.179 kasus penderita Covid-19 di seluruh dunia.
“Tidak perlu kawatir berlebihan karena dari seluruh pasien yang terinfeksi virus Covid-19, masih jauh lebih banyak yang sembuh dari yang meninggal,” jelas dia.
Agga meminta masyarakat menerapkan pola hidup sehat, terutama dalam menjaga kebersihan diri.
Masyarakat diminta lebih sering mencuci tangan setelah beraktivitas di luar ruangan.
“Biasanya masyarakat cuci tangan hanya pada saat mau makan saja,” ucap dia.
Padahal, virus bisa saja tertular saat seseorang mengusapkan tangan ke bagian wajah.
Hal itu, kata dia, membuat masyarakat harus rajin mencuci tangan.
Selain itu, masyarakat juga diminta lansung memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.
Karena, hal itu merupakan indikasi pertama infeksi virus corona baru.
“Terutama bagi mereka yang baru saja bepergian ke negara-negara terdampak virus Covid-19,” tutur dia.
Selain itu, Agga meminta masyarakat tak gampang panik begitu melihat seseorang bersin atau batuk.
"Demam dan batuk sudah dianggap corona, padahal belum tentu," kata dia.