Sekolah di DKI Diliburkan

Tunda UN dan Liburkan Sekolah 2 Pekan, Anies Mengaku Dapat Restu Nadiem Makarim

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat mendapat restu Mendikbud Nadiem Makarim untuk menunda UN dan meliburkan sekolah.

TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat mendapat restu Menteri Pendikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk menunda Ujian Nasioal (UN) dan meliburkan sekolah di wilayahnya selama dua pekan.

"Dari Kemendikbud memberi kewenangan pada daerah untuk menentukan waktu pelaksanaannya," ucapnya, Sabtu (14/3/2020).

Adapun kebijakan ini diambil Anies demi mengurangi interaksi masyarakat di luar rumah.

Pasalnya, hal ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang semakin meluas.

"Ini semua dilakukan demi menjaga keselamatan dari seluruh warga Jakarta dan kami berharap seluruh komponen masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Setelah dua pekan berlalu, Anies menyebut, jajarannya akan kembali mengevaluasi kebijakan ini.

"Kami akan mereview kembali di akhir pekan kedua untuk melihat perkembangannya," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk meliburkan sekolah-sekolah yang ada di ibu kota selama dua pekan guna menekan penyebaran virus corona di Jakarta.

Keputusan ini diambil setelah Anies menggelar pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta, hingga perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia.

Cegah Virus Corona, Polisi Bersih-bersih Polres Metro Tangerang Kota

Susul DKI Jakarta, Depok Liburkan Murid Sekolah Buntut Kasus Virus Corona

"Dari hasil diskusi tadi kami sampaikan kesimpulan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan Pemprov DKI," ucapnya, Sabtu (14/3/2020).

Tak hanya itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga memutuskan untuk menunda ujian nasional (UN) SMK yang seharusnya digelar pada 16 Maret mendatang.

"Bagi peserta ujian juga diputuskan ditunda," ujarnya di Balairung, kompleks Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Adapun alasan menutupan sekolah-sekolah ini lantaran anak-anak dianggap bisa menjadi perantaran virus corona dari satu orang dewasa ke orang lain.

"Dari berbagai kajian, data menunjukan mereka (anak-anak) tidak banyak terjangkit Covid-19, tapi mereka adalah penular (perantara) dari orang dewasa satu ke yang lain," kata Anies.

"Jadi, meskipun mereka tidak terjangkiti tapi mereka bisa menularkan dari satu pribadi ke pribadi lain," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved