Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Indonesia

Tantangan Bagi Orangtua Ketika Anak Belajar di Rumah, Wali Kota Airin Ceritakan Pengalamannya

Tantangan bagi orang tua ketika diberlakukannya kebijakan meliburkan sekolah untuk seluruh tingkatan di Tangerang Raya, termasuk Tangerang Selatan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, setelah rapat bersama Gubernur Banten Wahidin Halim di Tangerang, Minggu (15/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tantangan bagi orang tua ketika diberlakukannya kebijakan meliburkan sekolah untuk seluruh tingkatan di Tangerang Raya, termasuk Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, menegaskan liburnya sekolah sebenarnya hanya memindahkan proses belajar dari kelas ke rumah.

"Sifatnya bukan libur, tapi belajar dipindahkan ke rumahnya masing-masing, sehingga orang tua bisa mengawasi dan lainnya," ujar Airin setelah rapat bersama Gubernur Banten Wahidin Halim di Tangerang, Minggu (15/3/2020).

Para murid akan diberikan tugas selama masa libur tersebut, dan orang tua di rumah harus membimbing proses mengerjakannya.

"Harapan kita, mudah-mudahan anak-anak kita di rumah, tidak hanya diam saja, tetapi melakukan proses belajar mengajar dengan segala keterbatasan," ujarnya.

Metode pembelajaran jarak jauh itu sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kanal daringnya.

"Kita kan sudah ada ruang guru, Kemendikbud juga memberikan link-link untuk bisa sekolah jarak jauh dan yang lainnya," sambung Airin.

Airin menegaskan, peran orangtua menjadi lebih besar pada situasi itu.

Orangtua diharapkan bisa membuat pendampingan anak-anaknya belajar  dengan materi yang sudah diberikan dari sekolah.

"Kalau tidak ada guru yang mengawasi di rumah, otomatis kita berharap orangtua bisa melakukan pengawasan sehingga target kita dua minggu ini kita pindahkan belajarnya di rumah, bisa maksimal," ujarnya.

Airin yang merupakan ibu dari dua anak, merasakan betul sulitnya mendampingi anak untuk belajar saat libur sekolah.

Sang anak kerap maknai libur secara kaprah dengan memanfaatkannya untuk bepergian dan main gim.

"Memang tantangannya berat, contoh ya anak saya, keponakan saya saja, dibilang libur, yang ada kepikirannya, jalan-jalan ke mal, main game dan yang lainnya.Ini tantangan bagi orang tua," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved