Breaking News:

Ditpolairud Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Burung Dilindungi dari Papua

Dalam pengungkapan kasus ini, tiga orang berinisial ISA (32), MAN (21) dan OP (31) ditetapkan sebagai tersangka.

Dok. Ditpolairud Polda Metro Jaya
Direktorat Polairud Polda Metro Jaya menggagalkan upaya penyelundupan 27 satwa dilindungi lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Direktorat Polairud Polda Metro Jaya menggagalkan upaya penyelundupan 27 satwa dilindungi lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam pengungkapan kasus ini, tiga orang berinisial ISA (32), MAN (21) dan OP (31) ditetapkan sebagai tersangka.

Wadirpolairud Polda Metro Jaya AKBP Idham Mahdi mengatakan, upaya penyelundupan ini terjadi di dalam kapal penumpang KM Dobonsolo.

Kapal tersebut pada sekira pukul 3.45 WIB dini hari tadi diduga hendak digunakan untuk menyelundupkan satwa dilindungi.

"Penangkapan ini hasil dari penyelidikan Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya. Informasi yang dihimpun, ada banyak penjualan satwa liar yang dilindungi," kata Idham, Senin (16/3/2020).

Para tersangka diringkus langsung dari KM Dobonsolo untuk selanjutnya dibawa ke Mako Ditpolair Polda Metro Jaya.

Dari pengakuan para tersangka, 27 hewan dilindungi terseut mereka bawa dari Papua untuk kemudian dibawa ke Jakarta dan nantinya dijemput oleh para pembeli.

"Hewan-hewan ini dibawa dari Papua dengan menggunakan KM Dobonsolo dan akan dijemput oleh pembelinya di Jakarta," ucap Idham.

Lapas Narkotika Cipinang Larang Keluarga yang Suhu Tubuh 38 Derajat Besuk Tahanan

Kisah TKI Bawa Buldoser Robohkan Rumah Usai 10 Tahun Kerja di Taiwan, Gara-gara Suami Selingkuh

Adapun 27 hewan dilindungi yang berhasil diamankan dari para tersangka antara lain 4 ekor burung kakatua raja hitam, 5 ekor kasuari, 4 ekor kakatua putih, 2 ekor cendrawasih, 2 ekor nuri, dan 10 ekor kasturi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 40 (2) jo Pasal 21 (2) huruf A dan C UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 huruf A, B, C UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved