Simpang Siur 49 TKA China Tiba di Sulawesi: Kapolda Sultra Minta Maaf, Gubernur Mengaku Khawatir

Brigjen Merdisyam meminta maaf terkait pernyatannya soal 49 TKA asal China

KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)
Puluhan TKA asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari 

TRIBUNJAKARTA.COM, KENDARI- Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Merdisyam meminta maaf terkait pernyatannya soal 49 TKA asal China.

Kapolda meminta maaf karena keliru memberikan informasi. Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara juga sempat menyoroti kedatangan puluhan TKA yang tidak melalui proses karantina di Indonesia tersebut.

Kementerian Hukum dan HAM telah memberikan jawaban terkait simpang siur kedangan Warga Negara China tersebut. Simak selengkapnya:

1. Kapolda minta maaf

Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam saat diwawancarai awak media usai menemui mahasiswa UHO yang mengelar unjuk rasa, Rabu (2/10/2019) di sekitar Mapolda Sultra.
Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam saat diwawancarai awak media usai menemui mahasiswa UHO yang mengelar unjuk rasa, Rabu (2/10/2019) di sekitar Mapolda Sultra. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Merdisyam menyampaikan permohonan maaf karena telah menyampaikan informasi yang keliru terkait kedatangan 49 tenaga kerja asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu (15/3/2020).

Merdisyam sempat mengatakan, puluhan TKA itu kembali tiba di Kendari setelah mengurus perpanjangan visa di Jakarta.

Padahal, para warga negara China itu adalah TKA baru yang akan bekerja di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Permohonan maaf kepada rekan-rekan sekalian dari saya sebagai Kapolda Sultra," kata Merdisyam dalam keterangan pers di Media Center Mapolda Sultra, Selasa (17/3/2020).

Merdisyam mengatakan, awalnya hanya menerima informasi dari Pengelola Bandara Haluoleo, 49 TKA itu baru tiba dari Jakarta.

Pengelola Bandara Haluoleo juga menyampaikan kepada Merdisyam, seluruh warga asing itu sudah mengantongi visa dan sertifikat kesehatan.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved