Banjir Jakarta

Tak Dapat Bantuan Obat, Korban Banjir Jakarta Timur Pakai Minyak Tanah Sembuhkan Kutu Air

Sudah dua bulan lebih warga RW 02 Kampung Arus, Kelurahan Cawang korban banjir luapan Kali Ciliwung terjangkit kutu air dan pegal-pegal.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga RW 02 Kampung Arus, Sri Suwarti (63) saat ditemui di rumahnya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sudah dua bulan lebih warga RW 02 Kampung Arus, Kelurahan Cawang korban banjir luapan Kali Ciliwung terjangkit kutu air dan pegal-pegal.

Namun sejak banjir awal tahun 2020 sampai sekarang tak sekalipun warga merasakan bantuan obat dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Sri Suwarti (63), warga setempat mengatakan terpaksa membeli daun sirih di pedagang kembang sebagai cara menyembuhkan kutu air dan gatal di badan.

"Beli Rp 10 ribu, airnya saya pakai buat mandi dan minum. Karena dari Puskesmas enggak pernah ada bantuan obat, dari awal tahun sampai sekarang enggak ada," kata Sri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020).

Nahas upaya nenek enam cucu yang kini tinggal seorang diri itu tak sepenuhnya berhasil karena banjir nyaris tak henti menjamah.

Saat khasiat rebusan daun sirih yang secara medis diakui ampuh membunuh kuman mulai bekerja, banjir justru kembali datang.

"Ya enggak sembuh-sembuh jadinya, tapi mendingan lah. Paling terasa itu kutu air di kaki, sama gatal di punggung. Karena harus bersihin lumpur terus dan tidur di tempat lembab," ujarnya.

Minah (41), warga Kampung Arus lainnya yang juga tak dapat bantuan obat sedikit pun juga mengeluhkan penyakit kutu air.

Guna mengurangi rasa gatal, dia mengoleskan lotion anti nyamuk di sela jari kaki tempat kutu air hinggap dan menggerogoti.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved