Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pemerintah Didorong Antisipasi Eskalasi Covid-19

Ahmad Ali mengingatkan agar pemerintah juga melakukan persiapan antisipatif secara pararel.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan laporan resmi pemerintah, Selasa (17/3/2020) Indonesia sudah terdapat 172 kasus positif Covid-19 dari 1.255 pemeriksaan yang telah dilakukan atau 13,7 persen orang yang diperiksa merupakan pasien positif Covid.

Seperti halnya di negara lain seperti Korea Selatan misalnya, semakin masif pemerintah melakukan pemeriksaan akan semakin banyak juga ditemukan pasien positif.

Di Korea Selatan, masifnya jumlah pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan contact tracing menjadi bahan bagi pemerintah untuk melakukan langkah lanjutan yang diperlukan untuk melindungi warganya.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad M Ali, meminta hal ini harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengantisipasi eskalasi persebaran Covid-19 di Indonesia.

Apalagi pemerintah memutuskan akan memperluas jangkauan pemeriksaan.

Dia mengatakan makin banyak pemeriksaan yang dilakukan pemerintah justru baik untuk merencanakan langkah lanjutannya.

Namun Ahmad Ali juga mengingatkan agar pemerintah juga melakukan persiapan antisipatif secara pararel dengan merealokasi anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak.

Diketahui, saat ini pemerintah melalui PMK No. 6/KM.7/2020 sudah siap menyalurkan DAK Bidang Kesehatan dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan/atau Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ke daerah.

“Pemerintah sebaiknya menyisir kembali APBN yang dapat dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak sebaiknya juga dimasukkan dalam pertimbangan persiapan dana antisipatif,” katanya.

Ahmad M Ali yang juga Ketua Fraksi NasDem DPR menjelaskan sejumlah anggaran belanja barang kementerian dan lembaga yang rencananya dialihkan untuk menjadi belanja modal dan infrastruktur dapat menjadi pilihan dana antisipatif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved