Virus Corona di Indonesia
Beberkan Situasi Rumah Sakit saat Berobat, Pasien Suspect Covid-19: Isinya Orang Batuk Semua
Pasien suspect covid-19 Fachri Mucthar alias FA membeberkan suasana rumah sakit saat ia berobat.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM - Pasien suspect Covid-19 Fachri Mucthar alias FA membeberkan suasana rumah sakit saat ia berobat.
Tak cuma itu FA juga menceritakan sikap rumah sakit, ketika ia dinyatakan sebagai pasien suspect virus corona.
Hal tersebut disampaikan FA melalui sambungan telepon saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Rabu (18/3/2020).
TONTON JUGA
Mulanya FA menjelaskan di tanggal 6-8 Maret dirinya menginap di sebuah hotel di Jakarta.
Para WNA banyak yang menginap di hotel tersebut.
"Dari gejala saya merasakan itu dari hari Rabu, dengan perjalanan sebelumnya saya ke daerah wisata di Jakarta, saya menginap di sana, di sana banyak WNAnya, sehingga ada kontak dengan WNAnya, itu tanggal 6 sampai 8 Maret," ucap FA dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Talkshow TV One.
"Setelah itu tanggal 8 Maret saya ikut aksi maksa IWD di Monas, dan itu banyak orang," imbuhnya.
Lalu pada tanggal 11 Maret, FA mengaku kondisi kesehatannya memburuk.
Walau sudah berobat ke Puskemas, kesehatan FA tetap tak menujukkan perbaikan, ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi 112.
• Total Oufit Nikita Mirzani Capai Rp 2,5 Miliar, Harga Cincinya Buat Billy Syahputra Melongo: Buset!
TONTON JUGA
"Kalau gejala saya rasakan dari hari Rabu saya sempat cek ke Puskesmas Kecamatan karena semakin buruk," ucap FA.
"Dikasih obat, pihak dokter di Kecamatan mengatakan kalau tidak membaik langsung hubungi 112,"
"Hari Minggu saya hubungi 112, dan diarahkan ke salah satu rumah sakit rujukan di Jakarta," imbuhnya.
Sesampainya di rumah sakit rujukan untuk virus corona, FA langsung ditangani dokter.
• Masuk ICU Usai Perang Lawan Corona, Kondisi Dokter 80 Tahun Diungkap Keluarga: Terima Kasih Doanya
Dokter menyuruh FA untuk menjalani proses pencekan darah dan rontgen paru-paru.
"Ketika sampai di rumah sakit rujukan dilayani di IGD, ditanya, dikasih oksigen karena saya sesak napas," jelas FA.
"Lalu saya ditanya apa yang saya rasakan, ya gejala saya batuk, demam ringan, pilek, sesak napas, lemes,"
"Setelah itu dokter memutuskan saya untuk cek darah dan rontgen," imbuhnya.
• Tegas Minta Jokowi Hentikan Proyek Infrastruktur saat Wabah Corona, Rizal Ramli Beberkan Alasan
Setelah selesai rontgen paru-paru dan cek darah, FA diminta menunggu di ruangan dekotaminasi.
FA mengatakan ruang tersebut cukup kecil, dan didalamnya diisi para pasien yang tak berhenti batuk.
"Setelah rontgen saya ditaruh diruang dekontaminasi yang isinya orang-orang pada batuk semua, dan ruangannya kecil," ucap FA.
Dua jam menunggu di ruang dekotaminasi, pihak dokter berkata kepada FA bawah ia merupakan pasien suspect virus corona.
• Nagita Slavina Sebut Mobil Mini Cooper Morris Bobrok, Andre Taulany Langsung Syok: Tega Banget
"Setelah dua jam saya di sana, saya suspect corona, di lihat dari test darah dan ronsen paru," kata FA.
FA mengaku saat itu pihak rumah sakit jusru memberikannya pilihan untuk pulang dan mengisolasi diri di rumah.
"Ketika saya suspect diberikan pilihan, awalnya saya dibilang boleh pulang, boleh isolasi mandiri di rumah," ucap FA.
Pihak rumah sakit kemudian meralat pernyataannya dan meminta FA untuk menunggu di ruang isolasi IGD.
• Ingin Beli Kembali Mobil Mini Coopernya, Andre Taulany Kaget Raffi Ahmad Minta Harga Segini: Gila!
"Terus diralat saya harus menunggu di ruang isolasi IGD sampai ada ruang isolasi yang kosong atau ada rumah sakit di Jakarta yang kosong yang mau nerima saya," kata FA.
"Atau saya boleh menuju rumah sakit rujukan dengan transportasi umum,"
"Kemudian diralat lagi, saya harus menetap di ruang isolasi IGD sampai waktu yang tak ditentukan," imbuhnya.
Namun setelah test swap (test virus corona) dirinya diizinkan untuk pulang dan melakukan isolasi mandiri.
• Polisi Sita 20 Butir Psikotropika saat Tangkap Vanessa Angel dan Suami, Doddy Sudrajat Akui Ini
"Setelah test swap kami izinkan untuk pulang untuk isolasi di rumah," kata FA.
FA menyanyangkan keputusan rumah sakit tersebut.
Ia menilai sarana dan prasana di rumah setiap pasien suspect virus corona pasti tak selengkap di rumah sakit.
SIMAK VIDEONYA:
• Dapat Hadiah Jutaan Rupiah dari Via Vallen saat Ultah, Betrand Peto Senyum Semringah: Wow!
Khawatir Positif Corona, Wanita Ini Beberkan Sikap RS saat Ingin Skrining: Berbayar Rp 1 Juta Loh
Seorang wanita yang tak disebutkan namanya mengaku khawatir dirinya terinfeksi virus corona.
Hal tersebut disampaikan wanita yang tinggal di daerah Depok, Jawa Barat itu saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam, pada Selasa (3/3/2020).
Ia membeberkan ke khawatirannya itu terjadi karena dirinya sempat berada di rumah sakit yang sama dengan dua pasien positif corona.
TONTON JUGA
"Saya antisipasi aja karena ada cerita sebelumnnya," ucap wanita tersebut melalui sambungan telepon, dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV.
"Jadi saya lihat berita ada warga yang terkena corona itu, lalu saya lihat kronologisnya juga,"
"Lalu di tanggal yang sama di waktu yang sama, saya periksa dengan mereka, di rumah sakit yang sama," imbuhnya.
Walau tak saling mengenal ataupun bertemu langsung dengan pasien positif virus corona, ia mengaku sepulang dari rumah sakit tersebut dirinya merasa tak enak badan.
"Saya tidak kenal, saya tidak bertemu, saya juga enggak tahu jam berapa, tapi saat itu saya seharian di rumah sakit, di poli yang sama," katanya.
"Pas pulang ke rumah itu saya ada gejala flu, demam, bersin-bersin," imbuhnya.
• Ketika Warga Lain Salat Subuh di Masjid, Kakek Ini Malah Cabuli Anak Tetangga hingga Trauma
TONTON JUGA
Ia akhirnya memutuskan untuk melakukan skrining di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Namun dirinya ditolak lantaran quota skrining virus corona di rumah sakit tersebut sudah penuh.
"Saya periksa ke rumah sakit ya hari ini," ucapnya.
"Saya datang sekitar jam 2.00 siang, tapi ditolak,"
"Katanya sudah ditutup karena dibatasi hanya untuk 25 orang," imbuhnya.
• Jahe Diborong Karena Dipercaya Tangkal Virus Corona, Guru Besar Universitas Airlangga: Saya Prihatin
Wanita itu mengatakan meski tak mengobrol atau berdekatan dengan dua pasien terinveksi virus corona, dirinya mengaku tetap merasa khawatir.
"Namanya virus kan dari udara enggak hanya dari cairan yang menempel," katanya.
"Jadi enggak ada salahnya saya memastikan," imbuhnya.
Wanita tersebut menjelaskan sudah hampir seminggu dirinya merasa demam.
Ditolak di sebuah rumah sakit di Jakarta, wanita itu mengaku kini sedang mencoba skrining di RSPI Sulianti Saroso.
• Temui 2 Pasien Positif Virus Corona, Jubir Penanganan Covid-19 Bocorkan Kondisinya: Sedang Main HP
"Saya meriang tiap malam, kalau pagi anget biasa," ucapnya.
"Sudah hampir seminggu," imbuhnya.
Di akhir wawancara, wanita itu mengatakan untuk melakukan skrining di rumah sakit di Jakarta itu harus mengeluarkan uang Rp 1 juta.
"Dan itu berbayar Mas Aiman, berbayar Rp 1 juta loh," ujarnya.
"Makanya saya juga kaget kok enggak diinfokan di tv," pungkasnya.
Dikutip dari infeksiemerging, di DKI Jakarta setidaknya ada tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSPI Dr Sulianti Saroso, RSU Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto.
SIMAK VIDEONYA:
• 2 Pasien Baru Tahu Positif Corona dari Pengumuman Jokowi, Istana Jelaskan Ini: Situasinya Tak Biasa