Babak Baru Cawagub DKI

Jika Tetap Ngotot Gelar Paripurna Pemilihan Wagub, PKS Minta Panlih Manfaatkan Teknologi

Pasalnya, berada di tempat keramaian dapat meningkatkan risiko terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Ketua DPRD DKI asal PKS Abdurrahman Suhaimi saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Dewan Syariah PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengusulkan penggunaan teknologi dalam pemilihan Cawagub DKI.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan jika panitia pemilihan (Panlih) Wagub DKI tetap ngotot menggelar paripurna ditengah kekhawatiran akan virus corona (Covid-19).

"Menyiapkan cara dengan memanfaatkan teknologi sehingga aman dan tetap terlaksana dengan baik sesuai aturan," ucapnya, Kamis (19/3/2020).

Dengan memanfaatkan teknologi, politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI menyebut, para anggota dewan tak harus lagi berkumpul di satu ruangan tertutup dan melaksanakan voting untuk memilih Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno.

Pasalnya, berada di tempat keramaian dapat meningkatkan risiko terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

"Sebagai pimpinan saya ikut bertanggung jawab terhadap keselamaatan anggota DPRD dan seluruh yang bekerja di DPRD, serta masyarakat DKI," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, panitia pemilihan (Panlih) Wagub DKI sempat mewacanakan bakal menggunakan aplikasi sykpe untul menggelar paripurna pemilihan Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno.

Opsi itu diambil bilamana wabah virus corona (Covid-19) kian merebak, sementara agenda Paripurna pemilihan Wagub telah ditetapkan pada Senin (23/3/2020) mendatang.

“Kami berencana ingin mengusulkan beberapa opsi memakai teknologi seperti e-voting atau Skype dan sebagainya. Usulan ini menyikapi kondisi sekarang (wabah corona),” ujar Ketua Panlih Wagub DKI Jakarta Farazandi Fidinansyah saat dihubungi pada Selasa (17/3/2020).

Hingga kini, kata dia, usulan tersebut tengah dikonsultasikan kepada Pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Sebab, di tata tertib (Tatib) Pemilihan Wagub DKI, tidak tertuang proses pemilihannya dilakukan melalui teknologi tapi voting secara langsung.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved