Sidang Perdana Kasus Novel: Didakwa Penganiayaan Berat Terencana, Terungkap Sumber Air Keras Pelaku

Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Buggis disebutkan keduanya menyiram Novel Baswedan karena rasa benci

Igman Ibrahim/Tribunnews.com
Terdakwa Penganiaya Novel Baswedan, Ronny Bugis saat menghadiri Sidang Perdana di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap penyisik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Dua terdakwa yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Buggis. Dalam dakwaan disebutkan keduanya menyiram Novel Baswedan karena dilandasi rasa benci.

Begini selengkapnya:

1. Dilandasi rasa benci

Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Buggis mengetahui alamat penyidik senior KPK Novel Baswedan dari Internet.

Hal itu tercantum dalam dakwaan keduanya pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara siang ini, Kamis (19/3/2020).

"Terdakwa menemukan alamat Novel Salim Baswesan alias Novel Baswedan dari internet," kata Jaksa Penuntut Umum Fedrik Adhar dalam dakwaannya.

Dalam dakwaan tersebut, Rahmat dan Ronny berencana menyiram air keras kepada Novel lantaran rasa benci.

Novel dianggap mengkhianati institusi Polri setelah menjadi penyidik KPK.

Setelah menemukan alamat Novel di Jakarta Utara pada Sabtu (8/4/2017), Rahmat memantau rumah Novel.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved