Gunakan Ciu Sebagai Bahan Baku Hand Sanitizer, Bupati Banyumas: Daripada untuk Mabuk-mabukan

Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein berencana akan memanfaatkan minuman keras tradisional ciu sebagai bahan baku untuk membuat hand sanitizer.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar kompas.com
Bupati Banyumas Achmad Husein membagikan handsanitizer yang diproduksi anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyumas kepada pengguna jalan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2020).(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein berencana akan memanfaatkan minuman keras tradisional ciu sebagai bahan baku untuk membuat hand sanitizer.

Husein mengungkapkan, Ide itu muncul setelah warganya mengalami kesulitan untuk mencari stok hand sanitizer.

Mengatasi kelangkaan hand sanitizer yang terjadi, ia pun berencana akan membuat hand sanitizer dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Jaga Imunitas Demi Lawan Covid-19, Ahli Virus Sarankan Konsumsi Ini untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Diketahui akibat penyebaran virus corona atau Covid-19, sejumlah barang-barang di pasaran menjadi langka.

Terutama masker dan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

Menangani kelangkaan tersebut, Bupati Banyumas berinisiatif membuat hand sanitizer untuk dibagikan kepada masyarakat.

"Saya akan berusaha keras membuat hand sanitizer sebanyak mungkin dengan botol-botol sederhana. Sumber alkohol sudah ada," kata Husein di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2020).

Dikutip TribunJakarta dri Kompas.com, sumber alkohol yang dimaksud HUsein tak lain ialah ciu.

Ciu, minuman tradisional yang selama ini banyak diproduksi masyarakat Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas itu rencananya akan dimanfaatkan Husein sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer.

Covid-19 Buat Resah, Ahli Virus Sebut Virus Corona yang di Luar Tubuh Bisa Hancur Oleh Cairan Ini

Mampu Produksi 2.000 Liter per Hari

Dalam sehari, masyarakat setempat diperkirkaan dapat memproduksi ciu sebanyak 2.000 liter.

Husein juga mengatakan, daripada ciu tersebut digunakan untuk mabuk-mabukan, lebih baik dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna.

"Dari pada di sana untuk mabuk-mabukan," ujar Husein.

Telah Diuji Coba

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved