Intip Bacaan Lengkap Niat Serta Tata Cara Qadha Puasa Ramadan

Meski puasa ini wajib, ada beberapa alasan yang membuat seorang muslim dapat mengqhada atau menggantinya di hari lain.

Tayang:
Editor: Kurniawati Hasjanah
makassar.tribunnews.com
Ilustrasi Puasa 

TRIBUNJAKARTA.COM - Hukum Puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh).

Hal ini tercantum dalam firman Allah SWT dalam Qs. Al-Baqarah ayat 183 sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS. Al Baqarah [2] : 183)

Selain itu, dalam Hadist Riwayat Bukhari disampaikan bahwa Rasulullah saw bersabda:

شَهْرَ رَمَضَانَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا

”(Puasa yang wajib bagimu adalah) puasa Ramadhan. Jika engkau menghendaki untuk melakukan puasa sunnah (maka lakukanlah).” (HR. Bukhari)

Meski puasa ini wajib, ada beberapa alasan yang membuat seorang muslim dapat mengqhada atau menggantinya di hari lain.

Yang dimaksud dengan qadha’ adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.

Berikut orang-orang yang diperbolehkan melakukan qadha’ puasa Ramadhan:

  1. Orang yang sakit dan sakitnya memberatkan untuk puasa
  2. Wanita hamil dan menyusui apabila berat untuk puasa
  3. Musafir, dan
  4. Wanita yang sedang haidh dan nifas.

Tata Cara Qadha Puasa Ramadan yang Diajarkan oleh Rasulullah SAW

Sebenarnya yang berbeda dari tata cara Qadha Puasa Ramadhan dengan Puasa selainnya hanya pada Niat.

Tata cara Qadha Puasa Ramadan yang dapat anda amalkan:

1. Niat

Niat Qadha Puasa Ramadhan akan lebih baik dilakukan pada malam hari, sebelum fajar terbit.

Berikut bacaan niat Qadha Puasa Ramadan lengkap arab, latin dan terjemahannya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa

Artinya : "Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala".

2. Makan Sahur

Sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang jika dilakukan mendapat berkah dan pahala.

Namun jika ternyata terlewat atau tidak dilakukan karena suatu hal, misalnya karena terlambat bangun dan waktu sahur habis, puasanya akan tetap sah.

3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan

Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami istri dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa yang dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

4. Berbuka

Waktu berbuka Qadha Puasa Ramadhan sama dengan waktu berbuka puasa pada umumnya yakni ketika matahari terbenam atau pada saat adzan maghrib berkumandang.

Akan lebih baik jika anda menyegerakan dalam berbuka puasa karena menyegerakan buka puasa merupakan salah satu sunnah puasa yang akan mendatangkan pahala.

Itulah Tata Cara Qadha Puasa Ramadhan, Bacaan Niat Arab, Latin dan Terjemahannya yang dapat anda amalkan pada kehidupan sehari-hari.

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya, Serta Tata Cara Qadha Puasa

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved