Breaking News:

Komisi IV DPR Soroti Rencana Impor Bawang Putih dengan Pertimbangan Pandemi Covid-19

Dalih stabilisasi harga dengan membebaskan impor bawang putih tidak bisa diterima sebagai kebijakan untuk kepentingan bangsa.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Hasan Aminuddin, menyoroti kebijakan Kementerian Perdagangan mengeluarkan aturan memperbesar keran impor gula, bawang putih dan bawang bombai.

“Semangat di Nawa Cita itu salah satunya membangun kemandirian ekonomi kerakyatan. Indonesia tidak menutup kesempatan Impor karena merupakan bagian dari global supply chain,” kata Hasan kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Dirinya menjelaskan, tahun 2017 pemerintah sudah tegas dengan langkah menuju swasembadanya melalui penyiapan 1.900 Hektare lahan tanam bawang putih.

Tahun 2019 kemarin sudah ada 110 Kabupaten yang menanam bawang putih di 20-30 ribu hektar lahan.

Tahun 2020 ini diproyeksikan akan terdapat 40-60 ribu Hektare yang siap, dan 2021 akan mencapai 80-100 ribu hektar.

Sementara Kementerian Pertanian sendiri mengakui telah menghitung ada 600 ribu hektar lahan yang siap untuk ditanam bawang putih.

“Membebaskan impor bawang putih ini melanggar UU Hortikultura Tahun 2010. Kita sudah punya kerangka perencanaan swasembada yang harusnya didukung. Import boleh tetapi harus patuh pada syarat. Bukan membiarkan importir tertentu bebas impor tanpa memenuhi syarat dengan dalih stabilisasi harga,” katanya

Mantan Bupati Probolinggo ini menegaskan dalih stabilisasi harga dengan membebaskan impor bawang putih tidak bisa diterima sebagai kebijakan untuk kepentingan bangsa.

Petani, importir lokal bahkan upaya Indonesia untuk masuk dalam global value malah akan menjadi dilemahkan.

"Harusnya berpikir keras agar Indonesia memiliki nilai tinggi dalam global value chain dunia khususnya di sektor Hortikultura bawang putih. Harus batal dibatalkan kebijakan pembebasan impor ini," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkap stok tiga bahan pokok gula pasir, bawang putih dan bawang bombai terbatas. 

Menurutnya, impor juga dilakukan untuk menambah stok dan stabilisasi harga dalam rangka penanganan Covid-19.

"Secara umum, kondisi pasokan bahan pokok cukup untuk penuhi kebutuhan sampai puasa lebaran 2020. Namun, untuk komoditas gula pasir, bawang putih, dan bawang bombai jadi perhatian khusus mengingat stok terbatas. Saya memberlakukan, dengan (pertimbangan) situasi virus corona dan menjaga kondisi stok, kami akan bebaskan persetujuan impor untuk komoditas bawang putih dan bombai," kata Agus dalam video conference, Rabu (18/3/2020).

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved