Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Cegah Covid-19, Seluruh Tempat Hiburan di Kabupaten Bekasi Ditutup

Pemkab Bekasi terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona Covid-19, salah satunya ialah menutup seluruh tempat hiburan

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG PUSAT - Pemerintah Kabupten Bekasi terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona Covid-19, salah satunya ialah menutup seluruh tempat hiburan kepariwisataan yang ada di wilayah setempat.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, penutupan tempat hiburan kepariwisataan ini berujuk pada surat edaran bernomor
356.4/SE-28/Dispar/2020 telah dikeluarkan langsung Bupati Bekasi per tanggal 20 Maret 2020.

“Saya himbau kepada seluruh pelaku usaha  tempat hiburan seperti diskotik, bar, klab malam, pub, karaoke, panti pijat dan live music untuk segera menutup tempat hiburan beserta semua aktivitas kegiatannya, sebagaimana yang tercantum pada Perda No.3 Tahun 2016 pasal 47 tentang penyelenggaraan kepariwisataan,” kata Eka dalam keterangan tertulis, Sabtu, (21/3/2020).

Penutupan ini lanjut Eka, mulai berlaku terhitung tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Maret 2020. Pelaku usaha juga diminta untuk memberikan pemahaman kepada karyawan terkait antisipasi virus corona.

“Kepada pemilik tempat usaha kepariwisawataan saya minta untuk dapat menutup sementara kegiatannya dan memberikan pemahaman kepada seluruh karyawan di lingkungan usaha anda untuk melaksanakan hal ini dan mengambil langkah-langkah terkait pencegahan dan kewaspadaan.” ucapnya.

Sementara itu, Encep S. Jaya selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi menghimbau kepada para pelaku usaha tempat hiburan dan tempat usaha kepariwisataan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperdomani surat edaran tersebut.

“Dengan dikeluarkannya Surat Edaran tersebut, saya minta dengan hormat kepada pengusaha tempat hiburan dan tempat usaha kepariwisataan yang ada di lingkungan Kabupaten Bekasi untuk dapat memperdomani Surat Edaran tersebut dengan baik.” tutupnya.

Adapun berdasarkan data dari situs informasi penanganan Covid-19 milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, pikokabsi.bekasikab.go.id, Sabtu, (21/3), jumlah kasus terkonfirmasi atau positif sejauh ini sebanyak enam orang.

Enam orang itu jika dirincikan, empat orang masih dalam perawatan di rumah sakit, dua orang telah dinyatakan meninggal dunia.

Hadiah Mewah Rafathar Disunat dari Raffi Ahmad, Baim Wong Tertawa Ngakak: Samaan Kita Baru Sadar

Imbas Virus Corona, Lebih dari 300 Ribu Karyawan di DKI Jakarta Dirumahkan

Anggota DPRD Tangsel Bagikan Hand Sanitizer, Warga:Maskernya mana Pak?

Sementara untuk data orang dalam pemantauan (ODP), total terdapat 93 orang, 78 diantaranya masih dalam masa pemantauan dan 15 lainnya sudah rampung masa pemantauan.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Bekasi sejauh ini tercatat sebanyak, 39 orang, 36 diantaranya masih dirawat di rumah sakit sedangkan tiga pasien sudah dinyatakan sehat.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved