Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan Sebut Puskesmas dan Rumah Sakit, Lokasi Rawan Penularan Covid-19

Beberapa di antaranya, kata dia, adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit.

Kompas.com/Robertus Belarminus
Pemandangan RSUD Pasar Minggu di Jalan TB Simatupang, arah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kamis (26/1/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Muhammad Helmi mengimbau masyarakat menjauhi tempat-tempat yang dianggap rawan penularan virus corona (Covid-19).

Beberapa di antaranya, kata dia, adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit.

"Kita juga menganjurkan jauhi kira-kira tempat yang dianggap rawan penularan, seperti Puskesmas dan rumah sakit," kata Helmi saat dihubungi TribunJakarta.com, Sabtu (21/3/2020).

Menurut dia, Puskesmas dan rumah sakit dianggap rawan lantaran di dalamnya banyak orang yang mengidap berbagai macam penyakit.

"Maksudnya rawan, kan orang banyak datang, banyak berobat, keluhan banyak. Masa puskesmas dan rumah sakit bukan termasuk yang potensi," ujar dia.

Jakarta Selatan menjadi wilayah pertama yang dilakukan rapid tes atau tes cepat lantaran disebut paling rawan penyebaran virus corona.

Rapid test tersebut, jelas Helmi, dilakukan dari rumah ke rumah terhadap orang dalam pantauan (ODP) atau yang pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif.

"Yang ODP ini kan belum diperiksa semuanya, tadi kita periksa pakai itu (rapid test) supaya mereka juga tenang," kata Helmi.

"Kan itu ditracking. Misal A dirawat, nah dia ketemu siapa saja sebelum dirawat. Nah teman-temannya itu kita tes," tambahnya.

Ia menuturkan, rapid test yang dilakukan sore tadi berlangsung di beberapa titik di wilayah Jakarta Selatan.

"Ada Pancoran di antaranya, sisanya yang lain saya belum terima laporan," tutur dia.

Sementara soal metode rapid test, Helmi mengatakan bukan dengan cara tes swab.

"Ya itu saja, darahnya dites, diambil sampel darahnya," ucap Helmi.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved