Antisipasi Virus Corona di DKI

Tetap Layani Kebutuhuan Rohani Umat, Link Live Streaming Misa Prapaskah IV di Gereja Katedral

Keuskupan Agung Jakarta meniadakan semua kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan banyak orang

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Bima Putra
Sebanyak 13 kreatif orang muda katolik memvisualisasikan jalan salib di Gereja Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Kata dia, seruan ini juga berlaku untuk kegiatan empat agama lain seperti Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Buddha.

Pembatasan ini dilakukan demi menekan potensi penyebaran virus corona yang cenderung kian masif di Indonesia, terutama di DKI Jakarta.

Pertama Kalinya, Salat Jumat Diganti Salat Zuhur di Masjid Istiqlal

“Begitu juga dengan kegiatan Misa Hari Minggu (22/3/2020) dan kebaktian juga ditunda untuk dua Minggu ke depan. Nanti kami akan pantau ke depannya,” jelas Anies Baswedan.

Menurut dia, seruannya ini salah satu upaya pembatasan interaksi (social distancing measure) dalam menghadapi wabah virus corona.

Kata dia, penularan virus dengan gejala demam, batuk, dan flu ini sangat cepat terjadi di masyarakat.

Presiden Jokowi Instruksikan Tak Ada Penguncian Wilayah

Anies Baswedan memaparkan, pada Rabu (18/3/2020) lalu jumlah virus corona ada 160 kasus, kemudian pada Kamis (19/3/2020) pagi kembali naik menjadi 208 kasus.

“Pertambahannya sangat cepat dan tidak lagi di kawasan tertentu, saat ini sudah di semua kawasan."

"Karena itu dalam pertemuan tadi kita menyepakati beberapa hal mendasar,” ujarnya.

Nama Suhendra Diusulkan Jadi Kepala BIN

Hal mendasar yang dimaksud, kata Anies Baswedan, adalah menyepakati bersama akan melakukan secara serius pembatasan interaksi di dalam seluruh komponen.

Kemudian, menyepakati kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah ibadah.

“Jadi kami sepakati untuk ditunda (kegiatan ibadah di rumah ibadah) hingga kondisi memungkinkan, untuk sementara waktu kita lakukan selama dua pekan ke depan, ditunda,” terangnya.

450 Kasus

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto, memperbarui jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, menjadi 450 orang.

Yurianto mengatakan, terdapat penambahan jumlah pasien positif sebanyak 81 orang.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved