Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Jika Rumah Sakit Tak Bisa Menampung, Asrama Haji Kota Bekasi Disiapkan untuk Pasien Covid-19 

Ruang tambahan ini rencananya bakal menggunakan Asrama Haji Bekasi di Jalan Rawatembaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menunjau Asrama Haji Kota Bekasi di Jalan Rawatembaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin, (23/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyiapkan ruang perawatan tambahan untuk penanganan kasus Covid-19 jika terjadi lonjakan jumlah pasien.

Ruang tambahan ini rencananya bakal menggunakan Asrama Haji Bekasi di Jalan Rawatembaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Wakil Wali sekaligus Ketua Siaga Darurat Bencana Penyebaran Corona Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan pengecekan langsung ke Asrama Haji Bekasi.

"Ya hari ini kita mengecek langsung, ada dua lokasi di Asrama Haji Bekasi sama di Islamic Centre Kota Bekasi yang nanti bisa kita manafaatkan untuk antisipasi (lonjakan pasien corona)," kata Tri di Asrama Haji Bekasi, Senin, (23/3/2020).

Tri menjelaskan, di Asrama Haji Bekasi terdapat 250 kamar yang dapat digunakan untuk ruang isolasi pasien Covid-19, sementara di Islamic Centre memiliki sekitar 40 kamar yang juga dapat dimanfaatkan jika terjadi lonjakan pesien.

"Kami siapkan (ruang perawatan) alternatif, walaupun kita optimalkan ruangan di RSUD Kota Bekasi saat ini memiliki 80 bed (kasur) ditambah beberapa RS swasta 40 bed, jadi total saat ini di Kota Bekasi ada 120 bed," jelas dia.

"Kalau RSUD kekurangan, kita siapkan di Asrama Haji ada 250 kamar, kemudian di Islamic Centre ada 40 kamar yang bisa di gunakan," tambahnya.

Meski begitu, dia berharap lonjakan jumlah pasien Covid-19 di Kota Bekasi diharapkan tidak akan meningkat.

Sejauh ini, kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi yang terkonfirmasi menurut Tri sebanyak 15 kasus. Mereka dirawat di Rumah Sakit Jakarta yang menjadi rujukan.

"Pasien yang skrg odp dengan pdp sekitar 203, tetapi yang kemudian positif dari kemaren 9 hari ini 15 orang," terangnya.

Adapun pasien meninggal dunia berasal dari Kota Bekasi kata Tri, dipastikan belum ada. Terkait kabar adanya yang meninggal warga Kota Bekasi akibat corona, hal itu belum dapat dipastikan akibat hasil Litbangkes yang belum keluar.

"Belom ada, kalau misalnya ada yang meninggal kan prosesnya harus ada hasil dari Litbangkes dulu (negatif atau positif)," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved