Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kurs Rupiah Berpotensi Dekati Level Tertinggi Krisis Moneter 1998 di Angka 16.850 per Dolar AS

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Senin (23/3/2020 masih berpotensi untuk naik mendekati level tertinggi Juni 1998 saat krisis moneter.

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi dolar AS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/3/2020 masih berpotensi untuk naik mendekati level tertinggi Juni 1998 saat krisis moneter di Rp 16.850 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp 15.900.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan rupiah kemungkinan bisa tertekan lagi hari ini mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko pagi ini.

"Beberapa aset itu yakni indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei, dan Kospi yang bergerak negatif serta sebagian mata yang Asia yang melemah terhadap dollar AS," ujarnya di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Ariston menjelaskan, kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran virus corona atau Covid-19 ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai 1,3 triliun sampai 2 triliun dolar AS yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS.

"Ini menjadi penyebab sentimen negatif tersebut. Selain itu, WHO masih terus melaporkan peningkatan kasus penularan wabah corona di dunia dengan lebih dari 294 ribu positif," katanya.

Sementara itu, ia menambahkan z pelakupasar masih menunggu kabar kesepakatan stimulus pemerintah AS malam ini.

"Bila sepakat, ini bisa membantu memberikan sentimen positif ke pasar keuangan karena stimulus yang besar," sambung Ariston.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved