Antisipasi Virus Corona di Depok

Rp 20 M Dikucurkan Untuk Tangani Covid-19 Hingga RSUD Depok Jadi Rujukan Pasien Positif Corona

Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok terus berjibaku menekan angka warganya yang positif corona, pasien dalam pengawasan (PDP).

IST
Layar tangkap video conference Wali Kota Depok Mohammad Idris terkait informasi terkini Covid-19 di Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok terus berjibaku menekan angka warganya yang positif corona, pasien dalam pengawasan (PDP), dan juga orang dalam pemantauan (ODP).

Untuk diketahui, hingga hari ini warga yang terkonfirmasi positif corona di Kota Depok sudah berjumlah 13 orang, PDP 87 orang, dan ODP sebanyak 393.

Dalam video conferencenya, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan tahap awal pihaknya sudah menganggarkan Rp 20 M untuk penanganan Covid-19.

"Untuk pemenuhan kebutuhan penanganan Covid-19 di Depok, kami sudah menganggarkan dari anggaran biaya tak terduga (BTT). Untuk tahap awal sekira Rp 20 M," ujar Idris dalam video conference yang diterima TribunJakarta.com, Senin (23/3/2020).

Lanjut Idris, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok juga kini difungsikan sebagai lokasi rujukan pasien positif corona baik kategori ringan atau pun sedang.

"Mengfungsikan RSUD depok sebagai RS rujukan untuk PDP dan pasien terkonfirmasi positif dengan kategori ringan dan sedang," tambah Idris.

Tak hanya RSUD, Idris berujar rencananya Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) juga akan difunsgsikan untuk penanganan pasien positif coriba atau pun PDP

"Serta merencanakan RS UI sebagai RS yang didedikasikan untuk penanganan Covid-19 untuk PDP dan tekonfirmasi positif," imbuhnya.

Terakhir, Idris kembali menegaskan pihaknya mengimbau pada seluruh masyrakat agar tetap tinggal di rumahnya masing-masing bilamana tak ada keperluan mendesak untuk keluar.

"Dengan terus meningkatnya penyebaran Covid-19 di Depok, kami minta dengan sangat untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Hindari keramaian dan kerumunan orang, jaga jarak sosial dan jarak fisik," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved