Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Summarecon Mall Serpong Tutup Sampai Awal April, Kecuali Supermarket dan Farmasi

Head of Corporate Communications PT Summarecon Agung, Cut Meutia, mengatakan, hal itu dilakukan demi memutus penyebaran Covid-19.

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 yang sudah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam di Indonesia, berdampak pada operasional mal, di antaranya adalah mal Summarecon.

Melalui keterangan resminya, PT Summarecon Agung, menutup semua malnya yang berada di Jakarta Utara (Summarecon Mall Kelapa Gading), Bekasi (Summarecon Mall Bekasi) dan di Kabupaten Tangerang (Summarecon Mall Serpong).

Head of Corporate Communications
PT Summarecon Agung, Cut Meutia, mengatakan, hal itu dilakukan demi memutus penyebaran Covid-19. 

Penutupan itu bersifat sementara dan dilakukan serentak mulai tanggal 25 Maret hingga 7 April 2020.

Seperti diketahui, mal merupakan tempat keramaian untuk berbelanja kebutuhan, hingga tempat bermain.

Keramaian yang ada di dalamnya rentan menjadi lokasi penularan virus ganas itu.

"Sehubungan dengan ditetapkannya penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Non Alam, dengan Status Keadaan Darurat Bencana di Indonesia, Summarecon bersama-sama dengan seluruh tenant bertekad untuk berperan serta memutus rantai penularan virus tersebut," ujar Meutia.

Namun tidak semua tenant di mal Summarecon ditutup.

Khusus tenant yang menjual bahan pokok dan farmasi tetap buka.

Jam operasionalnya pun ditetatpkan berbeda-beda di setiap tiga mal itu.

"Namun, untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di situasi yang sulit ini, maka tenant-tenant yang menyediakan kebutuhan tersebut, seperti supermarket, farmasi, dan lain-lain, akan tetap buka, dengan jam operasional mulai pukul 10.00 – 18.00 WIB di Summarecon Mall Kelapa Gading dan Summarecon Mall Serpong, sedangkan di Summarecon Mall Bekasi pukul 11.00 hingga 18.00 WIB," ujarnya.

Meutia mengatakan, pihaknya masih melihat situasi perkembangan Covid-19 di Indonesia.

Penutupan mal itu bisa diperpanjang jika situasi bencana masih belum selesai.

"Kami bersama-sama seluruh tenant merencanakan akan beroperasi kembali seperti semula pada tanggal 8 April 2020, dengan harapan pada saat itu wabah Covid-19 sudah dapat diatasi. Tetapi apabila situasi pada saat itu belum memungkinkan, maka kami akan mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved