Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Usai All England, Pelatih Kepala Tunggal Putra Indonesia, Hendry Saputra, Berstatus PDP Covid-19

Pantauan tim dokter PBSI kepada tim All England pun semakin intens, masa isolasi mandiri tim All England juga diperpanjang

THERESIA/BOLASPORT.COM
Pelatih kepala tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, berpose di hall pelatnas Cipayung, Jakarta, Senin (24/6/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - PP PBSI mengonfirmasi bahwa Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra Ho, kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19).

Hendry merasakan gejala Covid-19 pada hari ketujuh isolasi mandiri di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, sepulang dari turnamen All England Open 2020 di Birmingham, Inggris.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, Selasa (24/3/2020).

Dalam keterangannya, Budiharto menyatakan bahwa PP PBSI telah melakukan tindakan sesuai prosedur berupa mengisolasi semua orang yang ada kontak langsung dengan Hendry, terhitung sejak ia menyampaikan keluhan seputar kondisi kesehatannya yang menurun.

Selain itu, pelatnas Cipayung kini benar-benar tertutup dan tidak ada arus keluar masuk.

Pantauan tim dokter PBSI kepada tim All England pun semakin intens, masa isolasi mandiri tim All England juga diperpanjang hingga awal April.

"Memang betul, saat ini Hendry Saputra dinyatakan sebagai PDP dan masih harus mengikuti serangkaian test Covid-19," kata Budiharto dilansir BolaSport.com dari Badminton Indonesia.

"Kami telah menerima laporan dari tim dokter bahwa Hendry tengah menunggu swab test untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak," ucap Budiharto.

"Gejala awal yang disampaikan coach Hendry itu dia merasa demam, lemas, mual, makanan tidak bisa masuk. Setelah dilakukan CT Scan, banyak flek di paru-paru kiri, sedangkan Coach Hendry tidak ada riwayat sakit paru sebelumnya," kata dr Octaviani, salah satu anggota tim dokter PBSI.

"Untuk memastikan bahwa apakah terjangkit Covid-19, memang harus dilakukan swab test. Ini yang masih kami tunggu sampai sekarang," ujar dr. Octaviani.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved