Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Dibanding Buat Handsanitizer Sendiri, dr. Tirta Sebut Hal Ini Lebih Penting Dilakukan: Sambil Nyanyi

dr. Tirta Mandiri Hudhi atau yang karib disapa dr. Tirta dengan tegas menyebut ada hal yang lebih penting dibandingkan membuat handsanitizer sendiri.

YouTube/ Indonesia Lawyers Club
Dibanding Buat Handsanitizer Sendiri, dr. Tirta Sebut Hal Ini Lebih Penting Dilakukan: Sambil Nyanyi 

TRIBUNJAKARTA.COM - dr. Tirta Mandiri Hudhi atau yang karib disapa dr. Tirta dengan tegas menyebut ada hal yang lebih penting dibandingkan membuat handsanitizer sendiri.

Di tengah wabah virus corona ini, masyarakat berbondong-bondong membeli handsanitizer dan masker demi menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Maka tak heran, kini keberadaan handsanitizer dan masker sulit ditemukan.

Hingga akhirnya tak jarang masyarakat membuat sendiri handsanitizer dan masker di rumah dengan merujuk pada panduan.

Namun, seberapa efektifkah masker dan handsanitizer buatan sendiri? Begini penjelasan dr. Tirta.

"Bapak-bapak, ibu-ibu, anak muda sekalian yang terhormat, yang paling bermanfaat itu adalah sabun cuci tangan. Itu sudah direkomendasikan oleh WHO, IDI, dan teman-teman," tegas dr. Tirta di acara Indonesia Lawyers Clu (ILC), Rabu (25/3/2020).

Jualannya Sepi Imbas Corona, Keinginan Sederhana Rubiem Diwujudkan Karni Ilyas: Terima Kasih Pak

Dijelaskan dr. Tirta, jika tak ada handsanitizer lebih baik melakukan cuci tangan menggunakan sabun.

"Kalau emang tak ada handsanitizer cuci tangan dengan sabun. Sabun cuci tangan, cuci piring, sabun mandi, gak masalah yang penting sabun," ujar dr. Tirta.

Menurutnya, cuci tangan dengan benar menurut anjuran WHO lebih efektif untuk membunuh kuman di tangan hampir 90% bakteri yang menempel di tangan.

"Dengan cuci tangan melalui enam langkah yang diajarkan oleh WHO, IDI, bahkan Kemenkes selama dua puluh detik," katanya.

Apakah Pasien Sembuh Corona Bisa Kembali Terjangkit? Ini Penjelasan dr Erlina Burhan

Selama dua puluh detik mengikuti cara cuci tangan yang benar menurut WHO.

dr. Tirta menyebut, agar tak terasa lama selama 20 detik mencuci tangan sebaiknya sambil bernyanyi lagu 'Balonku'.

"Kalau emang 20 detik itu kelamaan, sambil nyanyi balonku ada 5, itu biasanya yang saya ajarkan ke temen-temen,"

Kisah Mahasiswi Banjarmasin di Cina saat Virus Corona Merebak, Dihimbau Kurung Diri Selama 2 Minggu
ilustrasi corona (kompas/akbar bhayu tamtomo)

"Itu bisa membunuh nyaris hampir 90% bakteri yang menempel di tangan," sambung dr. Tirta.

Lebih lanjut ia menuturkan, tak usah susah-susah mengambil resiko untuk membuat handsanitizer sendiri.

Karena jika ada sedikit kesalahan saja bisa fatal.

"Jadi jangan susah-susah pake alkohol 90% dicampur dengan lidah buaya, wah itu kalah salah-salah tangannya melonyo pak," ujar dr. Tirta.

TONTON SELENGKAPNYA DI SINI:

Bagaimana cara cuci tangan yang benar menurut anjuran WHO?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah memberi rekomendasi serangkaian langkah untuk mengatasi virus corona yang memiliki karakteristik mirip dengan SARS dan MERS ini, yakni dengan mencuci tangan.

Cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO adalah menggunakan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol.

Ilustrasi Cuci Tangan.
Ilustrasi Cuci Tangan. (Arriba)

Ahli kesehatan menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 15-30 detik.

Sabun memiliki kandungan senyawa yang dapat mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan, termasuk kuman yang berada di tangan.

Kemudian, aliran air akan membawa pergi minyak bersama dengan kuman yang terikat.

Oleh karena itu, mencuci tangan dengan waktu yang singkat kurang efektif untuk membunuh kuman.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan perbanyak busa saat mencuci tangan dengan sabun karena gesekannya dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak dari kulit

Untuk pemilihan sabun, kebanyakan masyarakat memilih sabun antibakteri karena menganggap sabun ini lebih efektif membunuh kuman daripada sabun biasa.

Namun, para peneliti mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan anggapan tersebut.

Agar terlindung dari virus, diperlukan prosedur cuci tangan yang benar.

Berikut adalah tata cara mencuci tangan dengan benar yang dianjurkan.

Alirkan air bersih ke kedua tangan, kemudian tuangkan sabun secukupnya.

Gosok kedua tangan, khususnya bagian sela-sela jari, kedua punggung tangan, dan di bawah kuku.

Kaitkan seluruh jari dengan telapak tangan yang saling menyentuh.

Kemudian, gosok bagian dalam sisi tangan. Lakukan secara bergantian. Lalu tukar posisi.

Kaitkan jari-jari tangan kiri di atas punggung tangan kanan dan gosok bagian punggung tangan secara bergantian.

Gosok jempol kiri menggunakan tangan kanan dengan gerakan memutar, begitu pula sebaliknya.

Lakukan langkah-langkah di atas selama 20 detik.

Bilas tangan hingga bersih dengan air mengalir.

Keringkan kedua tangan dengan handuk bersih atau angin-anginkan.

Pastikan untuk mengeringkan tangan karena kuman lebih mudah berkembang di tangan yang basah.

Jika memungkinkan, matikan keran menggunakan siku atau tisu agar tangan yang sudah bersih tidak terkontaminasi lagi saat mematikan keran.

CDC merekomendasikan beberapa waktu yang tepat untuk mencuci tangan di antaranya sebelum, selama, dan sesudah memasak, sebelum makan, sebelum dan sesudah merawat luka dan orang sakit, setelah menggunakan toilet, setelah mengganti popok, setelah memegang hewan atau makanan hewan, setelah menyentuh atau membuang sampah, sesudah bersin, batuk, atau menyeka hidung, dan setelah berjabat tangan.

Meskipun CDC hanya merekomendasikan beberapa kegiatan tersebut, namun Anda dapat (dan sangat dianjurkan) mencuci tangan di waktu-waktu lainnya.

Kendati demikian kegiatan mencuci tangan tidak bisa dilakukan di semua tempat.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif dari mencuci tangan.

Hand sanitizer yang efektif membunuh kuman adalah yang mengandung 60-95 persen alkohol.

Alkohol telah terbukti mampu membunuh patogen yang menyebabkan penyakit.

Namun, lebih dari 95 persen, efektivitas alkohol terhadap patogen tidak bertambah lagi.

Selain itu, alkohol tidak menyebabkan resistensi pada bakteri sehingga efektif membunuh bakteri meskipun digunakan secara terus-menerus.

Namun, penggunaan hand sanitizer yang terlalu sering dapat menimbulkan efek samping seperti tangan yang kering hingga luka.

Ketua Magister Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko, M.S. Sp.O.K, menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun apabila telah memakai hand sanitizer sebanyak lima kali.

Anda juga dapat mengaplikasikan lotion setelah memakan hand sanitizer, sebagai pengganti cuci tangan, agar kulit tidak kering.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Panduan Mencegah Virus Corona, Cara Cuci Tangan yang Benar",

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved